Miris, Masih Ada Bayi Kekurangan Gizi di Ibukota

MONITOR, Jakarta – Menyandang status Ibukota ternyata tidak menjamin Jakarta bebas dari penyakit gizi buruk. Ini terbukti, di Jakarta Utara masih ada ditemukan bayi yang menderita karena gizi buruk.

"Kendati jumlahnya turun, penyakit gizi buruk masih ada di Jakarta. Khusus Jakarta Utara di awal tahun 2018 ini ada 34 kasus anak dengan gizi  kurang. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan jumlah di tahun sebelumnya yang mencapai 190 kasus,” ucap Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Muhammad Helmi, Kamis (1/2).

Menurutnya, puluhan balita kurang gizi tersebut tergolong tanpa penyakit berarti, asupan gizi yang kurang. 

“Ada juga memang lantaran anak menderita penyakit penyerta yang mengakibatkan badannya kurus,” paparnya dalam acara seminar Hari Gizi Nasional 2018, di kantor Walikota Jakarta Utara.

Terkait masih ditemukannya kasus tersebut, ia mengaku telah memulihkan kondisi kesehatan kepada anak-anak yang mengalaminya, yakni dengan memberikan pengobatan agar gizi kembali meningkat. Sementara untuk anak gejala gizi buruk sudah diberi asupan makanan tambahan dan vitamin.

“Peranan dan intervensi dari semua lintas sektor sangat dibutuhkan dalam penanganan gizi anak-anak, seperti penyediaan air bersih, ketahanan pangan, jaminan kesehatan, dan juga berbagai bantuan lainnya,” ujar Muhammad Helmi.

Senada itu, Walikota Jakarta Utara, Husein Murad, mengatakan untuk meningkatkan asupan gizi kepada anak-anak membutuhkan kerja sama yang kuat seluruh lintas sektor.

“Semua yang terlibat bisa terinspirasi untuk mengambil bagian dalam meningkatkan gizi anak-anak di Jakarta Utara,” jelasnya.

Dia mengatakan, persoalan gizi sebagai sesuatu yang sangat penting dan harus ditangani secara serius.