Menengok Jurus KLHK Cegah Kebakaran Hutan

MONITOR, Jakarta – Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian (LHK) Raffles B Panjaitan mengungkapkan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih baik dibanding usaha pemadaman. Mengingat upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi fokus utama penyelesaian karhutla yang terjadi setiap tahun.

“Manajemen kebakaran berbasis masyarakat menjadi langkah efektif untuk kegiatan pencegahan dibandingkan usaha pemadaman kebakaran. Oleh karena itu, perlu upaya meningkatkan kualitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (dalkarhutla), baik dari unsur pemerintah, swasta, juga masyarakat", kata Rafles dalam siaran pers Kementerian LHK, Rabu (22/11).

Terkait SDM, Rafles menjelaskan, Manggala Agni Daops Gowa Sulawesi Selatan dapat dijadikan contoh dengan menggelar penyuluha dan sosialisasi pencegahan karhutla bersama dengan Kodim Kabupaten Gowa, penyuluhan ditujukan kepada masyarakat di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, kemarin.

Pada hari yang sama, Manggala Agni Daops Malili, Sulawesi Selatan juga melatih personil perusahaan PT. Timur Jaya Indomakmur di Morowali Utara. Hal itu sejalan dengan KLHK yang tengah mendorong peningkatan kemampuan SDM dalkarhutla pada pada perusahaan pemegang izin usaha bidang kehutanan.

Informasi lain terkait jumlah hotspot di seluruh Indonesia menunjukkan,  periode 1 Januari – 21 November 2017, terdapat 2.550 hotspot (berdasarkan satelit NOAA). Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.781 hotspot, sehingga terdapat penurunan sebanyak 1.231 hotspot atau sebesar 32,55%.

Penurunan sejumlah 1.435 titik (37,98%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ?80%, yang mencatat 2.343 hotspot di tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.778 hotspot.