Ratusan Mobil Damkar Mangkrak, DPRD DKI Bakal Audit ATPM

DPRD DKI meninjau mobil damkar yang mangkrak

MONITOR, Jakarta – Ratusan mobil pemadam kebakaran (damkar) mangkrak di UPT Bengkel Induk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, di Ciracas, Jakarta Timur.

Penemuan ratusan mobil damkar yang mangkrak ini, diketahui setelah para wakil rakyat dari Komisi A, melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Tiba di lokasi, Koordinator Komisi A, M Taufik didampingi Ketua Komisi A Matnoor Tindoan, dan Sekertaris Komisi A, Syarif langsung melihat-lihat kondisi mobil damkar yang sudah tak beroperasi.

“Ini harus diaudit. Masa hanya nafsu beli doang, tapi perawatannya nggak ada. Ini kita audit seluruh pengadaan mobil Damkar ini,” ujar Taufik di lokasi, Rabu (5/12).

Dari laporan yang diterimanya, jumlah mobil damkar yang mangkrak tidak berfungsi menunggu proses perbaikan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang mencapai 20 unit. Lalu mobil damkar yang akan dilelang karena rusak berat mencapai 79 unit, serta 60 fire motorcycle.

“Anda bayangkan, untuk menunggu ATPM datang harus menunggu dua tahun. Ada 20 mobil yang harus diperbaiki. Yang lebih parah lagi, satu unit mobil damkar ATPM-nya ada tiga.Ini tak bisa dibiarkan. Kalau perlu diproses secara hukum jika ATPM itu melanggar perjanjian kerjasama. Masa memperbaiki mobil butuh dua tahun,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Saat ini, ungkapnya, masih ada wilayah di Jakarta yang rawan kebakaran. Masyarakat ibukota sangat membutuhkan mobil pemadam kebakaran, namun mobil damkar yang ada tidak bisa digunakan karena kurang perawatan.

DPRD DKI meninjau mobil damkar yang mangkrak

“Ini merugikan masyarakat. Mereka butuh cepat jika ada kebakaran. Eh, malah sekarang mau mengajukan pengadaan mobil damkar baru, nilainya mencapai lebih dari Rp 100 miliar pula,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, turut mendampingi Ketua dan Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Matnoor Tindoan dan Syarif. Mereka menduga ada kongkalikong antara oknum Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan ATPM terkait dalam pemeliharaan dan pengadaan mobil damkar.

“Untuk satu unit sepeda motor damkar saja dibeli seharga Rp 35 juta sampai Rp 40 juta Mobil damkar kapasitas 4000 liter air, dibeli dengan harga Rp 7-8 miliar per unit. Tapi setelah dibeli, malah mangkrak begini. Yang rugi kan rakyat,” kata Sekretaris komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif.

Staff seksi pemeliharaan Dinas Damkar, Nur Tri Hadiono yang pada saat itu asa dilokasi pada saat dewan Sidak mengatakan, setiap mobil damkar yang akan diperbaiki harus melewati lelang pengadaan ATPM. Bahkan, setiap unit mobil damkar ditangani 2-3 ATPM.

“Kan harus lelang dulu melalui Dinas untuk kerjasama dengan ATPM. Satu mobil damkar itu beragam masalahnya. Ada pompanya yang rusak, ada mesin mobilnya, ada tangkinya. Setiap item itu harus diperbaiki oleh ATPM berbeda, karena penangananya berbeda,” katanya.

Diakuinya, beberapa mobil damkar yang terparkir di gudang itu masih bisa difungsikan. Namun, setelah dua tahun menunggu, mobil damkar itu tak kunjung diperbaiki dengan alasan belum mendapatkan ATPM yang andal.

“Kalau yang 79 unit itu akan dilelang. Mungkin penghapusan aset, karena itu sudah tidak berfungsi sama sekali. Tapi yang 20 unit masih menunggu perbaikan dari ATPM. Ini sudah dua tahun tidak ada perbaikan sama sekali,” pungkasnya.