PKS Ingatkan Gerindra Jangan Asal Klaim Struktur Badan Seleksi Wagub

Ketua Fraksi PKS DPRD Jakarta Abdurrahman Suhaimi bersama Gubernur DKI Anies Baswedan

MONITOR, Jakarta – Polemik baru kembali muncul antara PKS dan Gerindra. Kali ini dua partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilkada Jakarta ini, berebut untuk mengisi tempat strategis di Badan Seleksi Wagub.

Beredar kabar kalau Struktur Badan Seleksi Wagub tersebut sudah terbentuk dan diketuai oleh Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, Syarif.

Menanggapi kabar tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Jakarta Abdurrahman Suhaimi dengan tegas mengatakan kalau Gerindra jangan asal main klaim.

“Terbentuk secara resmi saja belum. Kok sudah main klaim saja ngisi posisi ketua. Harus ada pembicaraan dulu dong,” ujar Suhaimi kepada MONITOR, Sabtu (10/11).

Diakui Suhaimi, pembentukan Badan Seleksi Wagub memang menjadi kesepakatan yang dibicarakan saat pertemuan antara PKS dan Gerindra, pada Senin (5/11) lalu di Kantor Gerindra Jakarta.

Menurut Suhaimi, dalam pertemuan itu dijelaskan semuanya, untuk mengamankan Pak Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, semuanya sepakat kursi Wagub DKI diserahkan kepada PKS, tak hanya itu disepakati pula pembentukan badan seleksi wagub.

“Dalam rapat pertemuan itu hanya menyepakati dibentuknya badan seleksi Wagub. Soal siapa orang-orang yang duduk di struktur badan seleksi belum dibicarakan. Jadi menurut saya tidak benarlah kalau struktur badan seleksi itu sudah terbentuk apalagi sudah menunjuk ketuanya. Karena sepengetahuan saya memang belum ada,” tukasnya.

Lanjut Suhaimi, sebenarnya untuk menjadi Wagub DKI tak perlu adanya badan seleksi, serahkan kepada DPRD Jakarta yang menyeleksi.

“Tapi ini kan sudah jadi kesepakatan. Kita hormati kesepakatan itu. Yang terpenting sudah claer kursi Wagub DKI milik PKS,” pungkasnya.