Kenaikan Anggaran Karang Taruna DKI Jadi Sorotan

anggota Fraksi Golkar Asraf Ali (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Anggaran operasional Karang Taruna di Ibukota nilainya cukup fantastis, yakni mencapai Rp 20 juta pertahun. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang nilainya hanya mencapai Rp 2 juta pertahun.

“Ya, sejak Pak Anies Baswedan jadi Gubenur Jakarta anggaran buat Karang Taruna memang naik dari Rp 2 juta pertahun menjadi Rp 20 juta pertahun,” ungkap anggota Fraksi Golkar Asraf Ali kepada MONITOR, Rabu (5/9).

Menurut Asraf, DPRD sendiri sangat mengapresiasi adanya kenaikan anggaran untuk Karang Taruna ini. Menurutnya anggaran sebesar ini harus bisa digunakan sebaik-baiknya digunakan untuk lembaga Karang Taruna di masing-masing kelurahan dalam mengatasi permasalahan sosial.

“Diharapkan dengan anggaran sebesar ini, aksi-aksi tawuran di Ibukota di Jakarta bisa tertangani, yakni dengan memperbanyak agenda-agenda kepemudaan yang mengarah kepada hal-hal positif,” terang Asraf.

Diakui Asraf, aksi tawuran sejauh ini masih kerap terjadi. Belum lama ini, aksi tawuran antar warga terjadi di kawasan Pasar Rumput, Jakarta Selatan.

“Nah di Pasar Rumput ini tawuran antar warga kerap terjadi, diharap para anggaota Karang Taruna disana dengan anggaran yang dimilikinya bisa melakukan berbagai kegiatan penyuluhan agar tawuran bisa diatasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, untuk mengatasi persoalan sosial di setiap kelurahan, Asraf pun meminta Anies untuk bisa menempatkan anak buahnya di bidang pelayanan masyarakat seperti bidang kesejahteraan rakyat (kesra) di kantor kelurahan yang rawan tawuran. Diantaranya dengan menambah personel PNS yang mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan warga.