Jelang Asian Games, Pemprov DKI Diminta Minimalisir Polusi Udara

Ilustrasi polusi udara di Jakarta (dok: Republika)

MONITOR, Jakarta – Politikus muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andi Anggana menyoroti kualitas udara di Jakarta yang masuk kategori paling tercemar. Hal itu diungkapkannya, berdasarkan data Air Visual, yang menyatakan bahwa kualitas udara di Jakarta bahkan jauh lebih buruk dari kota-kota lainnya seperti Beijing di Tiongkok, Dubai di UEA, Kuwait City di Kuwait dan Mumbai di India.

Andi mengaku sangat menyayangkan Pemprov DKI Jakarta belum memaksimalkan pengendalikan pencemaran udara. Pasalnya, Jakarta akan menjadi tuan rumah pada gelaran olahraga terbesar di Asia, yakni Asian Games 2018.

“Ini bisa mengganggu pelaksanaan cabang olahraga yang dimainkan atau dipertandingkan di luar lapangan. Efeknya bisa ke kesehatan dan prestasi,” kritik Andi, Selasa (24/7).

Lulusan Ilmu Politik FISIP UIN Jakarta ini khawatir, para tamu negara lain akan mengeluh terhadap buruknya kualitas udara di Jakarta. Maka ia menyarankan, sebaiknya Pemprov DKI segera meminimalisir dampak negatif yang mungkin menghambat pelaksanaan Asian Games nantinya.

“Lebih baik semaksimal mungkin Pemprov DKI Jakarta meminimalisir hal-hal negatif yang mungkin ada bagi keberlangsungan even besar ini. Kualitas udara yang baik harus dijadikan target dan fokus penting bagi pihak Pemprov. Semata-mata demi penyelenggaraan yang baik di mata dunia,” katanya memberi saran.

Andi menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga harus mulai mengatur transportasi di Jakarta agar efek pencemaran udaranya bisa diminimalisir.

“Pemprov harus fokus bagaimana mengatur transportasi. Karena salah satu penyebab pencemaran udara ada di sektor itu. Langkah-langkahnya harus terukur dan benar-benar di pantau pelaksanaannya,” imbuhnya mengakhiri.