DPRD DKI Ingatkan Anies, Membangun atau Bongkar JPO Pakai Uang Rakyat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melongok perbaikan aksen JPO

MONITOR, Jakarta – Wajar bila DPRD DKI Jakarta nampak geram dengan rencana pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pasalnya, JPO tersebut dibangun dengan uang rakyat yang tidak sedikit nilainya.

Ya, JPO yang dibangun di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu menelan biaya sekitar Rp 5 miliar. Karena itu, Ketua Fraksi Partai NasDem Bestari Barus meminta Gubernur DKI yang sekarang yakni Anies Baswedan berpikir ulang dengan rencananya akan merobohkan JPO Bundaran HI.

Seperti diketahui, Gubernur Anies berencana membongkar JPO Bundaran HI. Menurutnya, JPO itu menghalangi pemandangan ke patung Selamat Datang yang berada tepat di tengah Bundara HI dan merusak estetika ibu kota. Kemudian JPO tersebut akan diganti dengan pelican crossing.

Membongkar JPO kemudian menggantinya dengan pelican crossing juga tidak gratis. Pemprov DKI dipastikan bakal mengeluarkan anggaran besar. ”Makanya, dari pada dibongkar kan sayang. Mending diperbaiki sedikit-sedikit biar tampak lebih cantik,” ujar Bestari.

Kira-kira berapa anggaran membongkar dan menggati pelican crossing? Anies mengatakan, pelican crossing merupakan fasilitas sementara. Untuk penyeberangan permanen nantinya akan dibuatkan penyeberangan bawah tanah. Anggaran pembuatan pelican crossing pengganti JPO Bundaran HI diprediksi Rp 100 juta.

“Anggarannya nanti dicek lagi, tapi kira-kira diperlukan sekitar Rp 100 juta. Ada 4 titik di situ kan, ada tengahnya, ada island itu, ada trotoar tengah yang dulu dipakai untuk pembatas jalan sekaligus tempat transit TransJakarta, itu yang terkait dengan pelican crossing,” kata Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.