Bantu Korban Kebakaran, Anies Serahkan Seribu Sak Semen ke Warga Tomang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan seribu sak semen untuk membangun lagi rumah korban kebakaran di Tomang, Jakarta Barat, akhir Januari lalu. Sedikitnya, ada 169 bangunan terdampak kebakaran dengan korban mencapai 234 kepala keluarga atau 1.250 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.

“Bantuan yang disalurkan dari Bazis dan Bank DKI ini, tolong disalurkan dengan sebaiknya. Gunakan untuk membangun kembali rumah bapak ibu. Cerita keberhasilan itu jumlahnya banyak sekali. Berhasil itu bukan hanya meraih sesuatu, tapi bangkit dari kondisi sulit juga merupakan keberhasilan,” ujar Anies di Tomang, Jakarta Barat, Kamis (14/2).

Bantuan seribu sak semen merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank DKI. Anies juga menyalurkan bantuan Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah (Bazis) DKI Jakarta sebesar Rp338 juta kepada korban kebakaran untuk membangun kembali rumah terdampak.

“Dukungan dari Bazis dan Bank DKI, bentuknya tabungan. Manfaatkan tabungan ini untuk jalan baru, awalnya berisi dua juta. Manfaatkan, tabungan ini untuk jadi bekal untuk usaha, atau sekolah anak. Jadi, jangan sekedar untuk mencari uang, tapi gunakan untuk menyimpan uang. Sedikit-sedikit jadi bukit. Insyaallah berkah semuanya,” kata Anies.

Diakuinya, kedatangan Anies ke lokasi kebakaran itu adalah yang ketiga kalinya. Wajah para korban kebakaran ini tidak memancarkan sikap pesimis. Setiap bertemu warga, diperlukan motivasi untuk agar korban kebakaran selalu bersyukur meski tertimpa musibah.

“Tadi pak lurah menceritakan, bantuan berdatangan dari sana sini. Bantuan itu menandakan bahwa di kelurahan Tomang, menjadi sumur pahala. Mereka yang membantu di sini, mendapatkan balasan pahala dari tempat ini,” jelasnya.

Lurah Tomang, Bambang Edi Kusumo mengatakan bencana kebakaran tersebut menimpa 3 RW, yakni di RW 11, 14 dan 15 di Kelurahan Tomang pada 31 Januari 2019 lalu. Kebakaran itu menimpa 169 bangunan terdampak kebakaran dengan 234 kepala keluarga atau 1.250 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.

“Tidak ada seorang pun yang menginginkan kebakaran terjadi. Dari kejadian kebakaran ini, kita ambil hikmah, yaitu kita agar selalu berhati-hati dalam adanya potensi bahaya kebakaran. Semoga kejadian ini tidak berulang lagi di Jakarta,” kata Bambang.

Diaberharap, wilayahnya terbebas bahaya kebakaran. Meski demikian, ungkapnya, musibah kebakaran itu memacu sikap gotong royong dari seluruh elemen masyarakat. Kegotongroyongan itu tercermin saat membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan bantuan yang berdatangan dari berbagai pihak.

“Kami ucapkan terimakasih atas bantuan CSR ini. Ada juga bantuan dari BAZIS Jakarta Barat untuk warga terdampak sebesar Rp2 juta per bangunan juga seribu sak semen dari Bank DKI,” ucapnya.

Selainitu, ungkapnya, bantuan juga datang dari pihak lainnya. Bantuan itu diberikan bagi anak-anak sekolah, baik SD, SMP, dan SMA yang ada di wilayahnya.

“Untuk SD, ada 60 siswa, SMP 24 siswa, SMA 1, dan SMK 17 siswa. Mereka diberikan bantuan tas, buku, sembako dari Dirjen Dikdas. Untuk siswa diberikan Rp1 juta dan 200 sembako. Ada juga dari PGRI sebesar Rp13 juta,” tegasnya.