MDHW Inisiasi Silaturrahim Kebangsaan bersama Panglima TNI dan Kapolri di Padang

MDHW Inisiasi Silaturrahim Kebangsaan bersama Panglima TNI dan Kapolri di Padang

MONITOR, Padang Pariaman – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, siang ini melanjutkan kunjungannya di pulau Sumatra dengan menghadiri Silaturrahim Kebangsaan dan Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Kecamatan VI Lingkungan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan disambut oleh pengasuh pesantren Syeikh Zulhamdi Tuanku Kerajaan Nan Shaleh dan Drs. Idarussalam Tuanku Sutan beserta keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Yaqin.

Acara Silaturrahim Kebangsaan dan Tabligh Akbar yang diinisiasi oleh Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) ini dihadiri ribuan peserta dari kalangan Ulama, Syeikh, Tuan Guru, tokoh masyarakat dan santri. Dan merupakan rangkaian kunjungan Silaturrahim Panglima TNI dan Kapolri setelah Kota Medan, Sumut dan Kampar, Riau.

Dalam sambutannya Panglima kembali menyampaikan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa. Bangsa ini dianugerahi oleh Tuhan YME berbagai kekayaan dan keanekaragaman.

Baik kekayaan alam, budaya atau masyarakatnya. Semua itu anugerah dan amanah dari para pendiri bangsa, dari para kiai dan ulama yang harus dijaga dan menjadi lebih baik untuk generasi mendatang.

“Perbedaan jangan jadi kelemahan, keberagaman Indonesia harus jadi kekuatan kita untuk maju dan tegaknya NKRI”, tandas Panglima.

Selain itu menurutnya ulama, Santri dan ponpes merupakan elemen yang sangat penting untuk mencapai kemajuan bangsa. Karena selain pondok pesantren adalah samudra ilmu, ilmu agama dan ilmu umum, di ponpes para Santri juga dibekali amal atau budi pekerti yang baik. Oleh karena itu santri harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam berbagai hal.

Perkembangan Revolusi industri 4.0 menuntut kita termasuk dunia pesantren dan Masyarakat desa untuk beradaptasi dan dapat memanfaatkan teknologi. Jangan sampai kemajuan teknologi justru menimbulkan mudharat dan kita tertinggal sisi positifnya. Indonesia adalah negara yg kaya raya dengan berbagai sumber daya alamnya dan karenanya dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola dengan baik dan amanah.

“Generasi pondok pesantren harus bisa bersaing menghadapi kemajuan ilmu dan teknologi yang sudah di depan mata, dan santri akan unggul karena dibekali ilmu dan akhlak yang baik untuk membawa kemajuan bangsa,” tambah Panglima.

Sementara itu, Sekjen MDHW Hery Haryanto Azumi menyampaikan, Silaturrahim Panglima dan Kapolri dengan para ulama memberikan pesan yang kuat kepada publik bahwa Islam yang berakar kuat dalam masyarakat Muslim Indonesia harus terus dijaga demi kejayaan NKRI.

Masyarakat dunia melihat dan dapat berharap kepada Indonesia, tempat di mana Islam dan Nasionalisme tidak pernah dipertentangkan. Tempat dimana keberagaman SARA bisa dipersatukan dan menjadi kekuatan demi terwujudnya Negara yang adil, makmur dan sejahtera.

“Silaturrahim Panglima TNI dan Kapolri dengan para syeikh, kyai, ustadz dan kalangan santri secara umum ini merupakan manifestasi dari integrasi antara agama dengan negara dalam bingkai NKRI dan tuntunan Pancasila.” jelas mantan ketum PB PMII ini.

Turut hadir dalam acara Silaturrahim Kebangsaan ini Kapusbintal TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, Waasops Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Kadivpropam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Dankorbrimob Polri Irjen Pol Ilham Salahudin, Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal, KH. Musthofa Aqil Siroj Ketua Umum MDHW, Habib Alwi Alhabsyi Kwitang Jakarta dan Hery Haryanto Azumi.