Manggala Agni Padamkan Karhutla Wilayah Sumatera Lewat Darat dan Udara

MONITOR, Jakarta – Menghadapi kondisi kebakaran lahan yang terjadi dalam beberapa waktu ini di wilayah Sumatera, Manggala Agni terus upayakan penanggulangan. Dengan didukung sarana prasarana yang ada, tim Manggala Agni bersama-sama dengan TNI, POLRI, BPBD, Regu Damkar, dan Masyarakat Peduli Api bahu-membahu bekerjasama melakukan pemadaman baik melalui darat maupun udara. 

“Dengan meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan saat ini, sinergi dan kerjasama di lapangan terus diperkuat untuk bersama-sama memadamkan api sehingga tidak berdampak pada timbulnya kabut asap dan kerusakan lingkungan lebih luas, “tegas Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, Raffles B. Panjaitan dalam siaran pers Kementerian KLHK, Kamis (15/2).

Raffles menambahkan, untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran di wilayah lain, Manggala Agni terus melakukan patroli mandiri dengan menyisir daerah-daerah rawan kebakaran. Upaya pencegahan lain juga dilakukan dengan groundcheck hotspot di lapangan.

Manggala Agni Daops Labuhanbatu, Sumatera Utara bersama-sama dengan POLRI dan TNI melakukan groundcheck di Desa Gurgur, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba Samosir (14/2). Pada lokasi groundcheck ditemukan areal terbakar dan segera dilakukan pemadaman oleh tim. 

Sementara itu, mengantisipasi beberapa kebakaran di wilayah Provinsi Riau, saat ini tim dari Direktorat PKHL, KLHK yang dipimpin langsung oleh Direktur PKHL Raffles B. Panjaitan tengah menuju ke lokasi kebakaran di Dumai untuk mendukung upaya pemadaman Manggala Agni di lapangan.

Manggala Agni Daops Pekanbaru bersama-sama dengan TNI melakukan pemadaman lanjutan di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, dengan luas terbakar ± 4,5 ha (14/2).

Pada hari yang sama, Manggala Agni Daops Dumai bersama-sama dengan POLRI, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat setempat masih terus melakukan pemadaman lanjutan di daerah Dumai Motor Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur dan Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai. Luas kebakaran diperkirakan mencapai 6 ha dan api berhasil dipadamkan.

Sementara di titik yang lain, Manggala Agni Daops Dumai juga melakukan pemadaman Lanjutan di Desa Tasik Serai Barat, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis. Luas yang terbakar ± 5 ha dan api berhasil dipadamkan. 

Pemadaman juga dilakukan oleh Manggala Agni Daops Labuhanbatu bersama-sama dengan TNI, Pemadam Kebakaran Tapanuli, dan Lurah Raniate di Kelurahan Raniate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Luas kebakaran mencapai 20 ha. Pemadaman masih terus dilakukan hingga hari ini sampai api benar-benar padam. 

Sementara pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Rabu (14/2) pukul 20.00 WIB, mencatat 16 hotspot yang terpantau satelit NOAA-19, dengan rincian empat titik di Riau, enam titik di Kalimantan Barat, dua titik di Aceh, serta masing-masing satu titik di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, dan Bengkulu.

Satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat sembilan hotspot, enam titik di Provinsi Riau, serta tiga titik lainnya di Aceh, Bengkulu, dan Sulawesi Selatan. 

Sampai dengan 14 Februari 2018, pantauan Satelit NOAA19 mencatat jumlah hotspot sebanyak 103 titik di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2017 jumlah hotspot sebanyak 146 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 43 titik atau 29,45 %.