Layani Zakat Digital, Baznas Gandeng Startzakat.com

Monitor,Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Senin (5/6/2017), meluncurkan portal starzakat.com untuk melayani pembayaran zakat, infak dan sedekah masyarakat secara digital.

Mengingat bahwa perkembangan era digital keuangan tumbuh dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir maka Baznas bekerja sama dengan team startzakat dalam mengembangkan portal starzakat.com dalam layanan pembayaran zakat digital.

Direktur Koordinasi Pengumpulan, Komunikasi dan Informasi Zakat Nasional, Arifin Purwakanta mengatakan bahwa tugas Baznas adalah memang untuk memberikan kemudahan dan layanan kepada masyarakat agar dapat berzakat dengan aman dan transparan. “Kami juga mengelolanya secara akuntabel dan akhirnya bisa membantu masyarakat miskin dari dana-dana yang terhimpun” katanya.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, menyampaikan bahwa target penghimpunan Baznas tahun ini berharap bisa mencapai 6 triliun dan diharapkan lebih dari 70% dari dana itu nanti bisa disalurkan utamanya ke pemberdayaan kaum fakir miskin.”Kami mendukung inovasi-inovasi anak muda untuk terus menyuarakan zakat terutama dalam kebangkitan zakat” tambahnya saat peluncuruan portal starzakat.com di Plaza Semanggi.

Mimpi yang ingin diwujudkan dalam portal www.startzakat.com adalah mengubah dari one side campaign artinya selama ini yang dilakukan hanya dari lembaga ke muzzaki , kami ingin mengubahnya menjadi multiside campaign yaitu muzzaki bukan hanya bisa membayar zakat tapi muzzaki bisa berkontribusi untuk membuat campaignnya sendiri, di daerahnya sendiri dan menyelesaikan masalah-masalah kelompoknya sendiri dimana campaign tersebut akan di kontrol oleh Baznas secara real time” Ujar Muhammad Ishaq selaku CEO Startzakat.com

Ishaq menambahkan, starzakat.com akan membangun 3 fitur utama. Pertama fitur Islamic Crowdfunding yang berbeda dengan crowdfunding di Indonesia dengan 0% charge fee platform. Kedua, mengembangkan API zakat payment gateway dengan apa yang sudah dibangun oleh baznas melalui startzakat bisa langsung ditanam melalui API platform-paltform payment gateway yang ada di Indonesia sehingga pembayaran bisa dilakukan dimana saja dan aman.

Ketiga adalah dengan adanya tools zakat analytics maka bisa memberikan predictive identification mengenai perilaku pengguna zakat digital yaitu zakat akan terhimpun dimana, golongan muzzaki seperti apa, zakat akan terhimpun berapa dengan cara marketing yang bagaimana. “Disinilah powerfulnya teknologi, maka mimpi lain kami adalah penghimpunan zakat dengan Customer Acquisition Cost (CAC) 0% dengan bantuan teknologi sehingga bisa dilakukan dengan sangat efisien” Ujarnya.(HS)