Kreatif, Pemkot Bandung Luncurkan ATM Beras

MONITOR, Bandung – Pemerintah kota Bandung kembali meluncurkan inovasi baru. Selama ini kita menggunakan ATM sebagai mesin mengambil uang.

Nah, kali ini ATM tak hanya menyediakan uang tapi juga menyediakan beras.

Dengan menggunakan kartu yang telah disiapkan, melalui ATM beras ini nantinya warga yang kurang mampu bisa memperoleh beras premium.

Satu mesin ATM beras ini dapat melayani sebanyak 75 kepala keluarga. Rencannya, pemkot Bandung akan menyediakan fasilitas ini di 151 titik kota Bandung.

Sejauh ini sudah ada 6 ATM beras di beberapa rumah-rumah ibadah agar penerima yang memperoleh bantuan secara materi juga dapat menerima nasihat dari pemuka agama setempat. Jatahnya 10 kg/bulan/keluarga.

“Agar sambil meminta beras, ada nasihat untuk keluar dari jurang kemiskinan. Pulang-pulang dapat bantuan dan nasihat,” kata Ridwan usai meresmikan ATM Beras.

Alasan lain ATM beras ini ditempatkan didekat rumah ibadah adalah untuk meminimalisir terjadinya kecurangan.

“Ini bisa mengurangi kecurangan. Penyaluran bantuan ada ada proses mental. Tidak mungkin kita membohongi proses di rumah ibadah,” tuturnya.

Pengadaan ATM beras yang diluncurkan Pemkot Bandung ini mengeluarkan anggaran sebesar Rp 33 juta per unit.

Jadi, untuk kebutuhan pengadaan fasilitas ini di kota Bandung akan memakan anggarn sekitar Rp 5 miliar.

Saat ATM beras DKM Masjid Nurul Hidayah, RW 01, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik diresmikan, ketua DKM bernama Halim Sulasmono juga mengungkapkan program ini dinamakan ‘Subuh Dua Liter’.

“Sampai saat ini, penerima beras yang ada tercatat mencapai lima puluh orang yang tersebar di RW 01, mereka hanya bisa mengambil sekali dalam seminggu, tetapi syaratnya Sholat Subuh dulu di masjid ini,” ujarnya.