KONI DKI Meradang, Dana Hibah Rp 20 M Tak Kunjung Cair

MONITOR, Jakarta – Pengurus KONI DKI Jakarta saat ini tengah meradang. Pasalnya, dana hibah sebesar Rp 20 Miliiar yang diperuntukkan untuk keperluan operasional KONI, pembinaan ratusan atlet hingga April ini belum juga cair.

"Gimana kami bisa melakukan pembianaan atlet dengan baik, sampai sekarang bulan April, kami sama sekali tak punya anggaran. Dilain pihak ajang kejuaraan nasional (kejurnas) dan PON 2020 didepan mata," ungkap Wakil Ketua KONI Jakarta Didi O Affandi, kepada MONITOR, Rabu (4/4).

Diceritakan Didi, yang menyedihkan lagi, gara-gara dana hibah tak kunjung cair, karyawan KONI sudah banyak mengeluh.

"Karyawan di KONI sudah pada ngeluh. Katanya untuk makan dan traportasi aja sudah tak punya uang. Yang lebih sedih lagi karyawan KONI yang punya bayi. Katanya mereka sudah tak mampu membeli susu buat anaknya. Coba anda bayangkan kondisi ini," tutur Didi.

Dengan melihat kenyataan itu, Didi yang juga menjabat sebagai Ketua Perpani DKI Jakarta, mendesak Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda (Disorda) Jakarta, Ratiyono agar bisa secepatnya mencairkan dana hibah untuk KONI.

"Saya sudah bilang ke Kadisorda Pak Ratiyono. Saya katakan bapak jangan arogan dengan menghambat proses pencairan dana hibah yang diperuntukan karyawan dan atlet karena bisa dampaknya buruk terhadap perkembangan olah raga di Jakata. Tapi anehnya Ratiyono tak bereaksi apapun," tukas Didi.

Dikatakan Didi, seharusnya dana hibah tersebut bisa turun cepat. Sebab Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat melantik kepengurusan KONI DKI periode 2017 -2021, dibawah kepemimpinan Djamhuron Purwanto Wibowo, pertengahan Februari lalu, Anies memerintahkan agar Disorda segera mencairkan dana hibah.

"Intruksi Pak Gubernur sebenarnya jelas. Ketika pengurus baru KONI Jakarta dibentuk, Pak Gubernur bilang dana hibah bisa dicairkan. Tapi kenapa memasuki April tak kunjung cair juga. Ada apa nih," pungkas Didi.