Klaim 22 Warganya Dideportasi ke Cina, Taiwan Protes Indonesia

MONITOR, Jakarta – Pemerintah Taiwan nyatakan protes kepada Indonesia setelah lebih dari 100 tersangka penipuan, termasuk 22 warga Taiwan dikirimkan ke Cina. Protes tersebut dinyatakan oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam sebuah pernyataan resmi, Kamis (3/8).

Dalam pernyataan tersebut dikatakan, Indonesia mengirimkan 143 tersangka ke beberapa kota di Cina yakni Chengdu atau Tiajin pada Kamis, dimana penangkapan ke 143 tersangka tersebut dilakukan atas kerjasama Cina dan Indonesia pada hari Sabtu pekan lalu.

"Kami meminta kunjungan konsulat diplomatik serta bantuan untuk mengidentifikasi para tersangka dan mendesak Indonesia untuk menangani hal ini dengan adil sesua dengan undang-undang dan juga menyediakan saluran untuk bantuan hukum kepada warga Taiwan," kata Kementerian tersebut seperti dilansir Reuters.

Pernyataan itu juga menekankan bahawa Taiwan dan Cina harus bekerja sama dalam menyelidiki kejahatan lintas negara itu. "Tapi Cina secara paksa mengirim warga Taiwan ke daratan Cina, hal itu benar-benar mengabaikan niat baik dan permintaan dari pihak kita. Dan berdampak pada perkembangan hubungan lintas antar negara tetangga," lanjut pernyataan tersebut.

Namun, seperti dikutip Reuters, juru bicara Kantor Imigrasi Indonesia Agung Sampurno mengatakan, 143 tersangka yang dikirim adalah warga Cina. Sedangkan pihak berwenang Indonesia juga masih memiliki tiga orang asal Taiwan dan satu orang asal Malaysia yang masih dalam tahanan terkait kasus penipuan tersebut, mereka kini masih dalam penyelidikan.