Kesigapan Polisi Tangani Kasus Duel Maut Menuai Pujian

MONITOR, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tadi pagi, Selasa (28/11), melakukan pengawasan langsung ke Polsek Rumpin dan sekolah korban tewas kasus duel maut antara dua sekolah swasta di Bogor. Pengawasan itu dilakukan KPAI bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Pada kesempatan itu, Komisioner Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyatakan KPAI turut prihatin atas kejadian nahas yang dialami korban berinisial MRS. "KPAI menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam terkait kasus gladiator yang kembali terjadi dan kembali memakan korban jiwa. Meninggal sia-sia anak-anak kita," ujar Retno dalam keterangan tertulis yang diterima Monitor.

KPAI melihat, Polsek Rumpin dan Polres Kab.Bogor sangat sigap dalam mengupayakan pemeriksaan 12 saksi, hingga memfasilitasi otopsi dan pemakaman korban pada Sabtu, 25 November 2017 lalu. Atas hal itu, KPAI memberikan apresiasi.

Lebih lanjut Retno menyatakan, tarung ala gladiator itu menunjukkan lemahnya pengawasan orangtua terhadap anak-anak mereka. Ia pun menyayangkan hal itu.

"Peristiwa tarung gladiator ini kemungkinan besar terjadi diantaranya karena lemahnya pengawasan orang dewasa, baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat, mengingat kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB dan terjadi di lapangan, tempat terbuka," jelasnya.

Untuk itu, Retno menegaskan bahwa peran dan pengawasan orangtua maupun orang dewasa sekitarnya sangat diperlukan. "Tarung semacam ini umumnya terjadi di luar sekolah dan di luar jam sekolah, sehingga pengawasannya harus melibatkan orangtua dan masyarakat sekitar," tandasnya.