Kapolri Kantongi Sketsa Wajah Penyiram Novel Baswedan

MONITOR, Jakarta – Insiden penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, mulai mendapatkan titik terang. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pihaknya sudah mengantongi identitas para terduga pelaku penyiram Novel.

Dalam konferensi pers, Tito mengaku pihak kepolisian mendapatkan saksi kuat yang bisa membantu mengungkap peristiwa nahas yang dialami kerabat Anies Baswedan itu. Namun, lagi-lagi ia enggan untuk mengungkap identitas saksi demi alasan keamanan.

‎"Kita menemukan saksi yang cukup penting, tapi yang bersangkutan tidak ingin disebutkan namanya untuk keamanan yang bersangkutan. Itu dia melihat kira-kira lima menit sebelum peristiwa‎," kata Tito saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7) kemarin.

Terkait oknum penyerang Novel, Tito menyatakan kepolisian sudah melakukan sketsa wajah berulang-ulang, dari uji sketsa tangan hingga bantuan teknologi canggih. Dalam melakukan uji sketsa ini, kata Tito, juga melibatkan Kepolisian Australia atau AFP.

"Sketsa ini kami buat berulang-ulang, mulai dari sketsa (dengan menggunakan) tangan, sampai menggunakan tekonologi dan terakhir kami bekerja sama dengan AFP, Polisi Australia, kemudian kami rekonstruksi menggunakan sistem komputer dan kami mendapatkan ini," ujar Tito sembari menunjukkan sketsa tersebut.

Dalam sketsa itu, Tito menjelaskan ciri-ciri oknum penyerang yakni sosok pria berbadan agak ramping dan memiliki tinggi sekitar 167-170 sentimeter. Pria tersebut juga diketahui berkulit agak hitam dan berambut keriting.

Lebih lanjut Tito menegaskan, dirinya sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan secara detail mengenai penyelidikan kasus penyiraman Novel Baswedan.