Kantor Polsek Kebayoran Lama Diteror ISIS

MONITOR, Jakarta – Polsek Kebayoran Lama dikejutkan dengan ‎adanya sebuah bendera berwarna hitam bertuliskan lafadz La Ilaahaillallah yang identik dengan lambang Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Bendera itu terpasang tepat di depan kantor Polsek tersebut pada pagi tadi.

Selain penemuan bendera ISIS itu, pihak kepolisian juga menemukan secarik kertas yang isinya mengancam Polri, TNI, Densus 88, Banser dan Ansor.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Kompol Alam Nur mengatakan bendera tersebut diduga dipasang oleh seorang pengendara motor. 

"Bendera itu pertama kali ditemukan pada saat beberapa anggota polisi sekitar pukil 05.30 WIB," kata Alam Nur saat dikonfirmasi, Selasa (4/7).

Bendera berwarna hitam yang diduga bendera ISIS itu diketahui berukuruan 100×50 centimeter, dan terpasang di pagar depan Polsek Kebayoran lama‎. Selain itu polisi juga menemukan pesan bernada ancaman pada secarik kertas karton berwarna kuning.

Berikut ini bunyi pesan tersebut.

"Wahai para Ansor Thogut Polri, TNI, Banser, Densus, dan para antek-antek laknatulloh, bertobatlah kalian dari jalan yang menyesatkan itu, berhentilah kalian menyembah dan melindungi berhala yang kalian banggakan, yang kalian sebut dengan nama Pancasila najis itu yang telah menggantikan hukum Allah dengan hukum jahiliyah yang telah kalian buat."

"Sadarlah kalian sesungguhnya kalian berperang di barisan Thogut, dan kami berperang di barisan iman (QS An Nisa:76), berhentilah kalian menyebut dan memfitnah kami sebagai teroris, bahwa pada dasarnya kalianlah teroris sebenarnya, karena kalian telah membunuh dan menangkap umat muslim serta ulama-ulama kami (Para Muwahidin) yang mempelajari dan mengamalkan tauhid yg dibawa dan diajarkan oleh Rosul kami Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam."

"Dan ketahuilah, kami akan terus meneror kalian sebagai mana kalian meneror kami (para muwahidin) dan kami akan memburu kalian sebagaimana kalian memburu saudara seiman kami di Poso."

"Ketahuilah, perang telah dimulai, akan kami buat Jakarta ini seperti Marawi. Akan kami gulingkan hukum jahiliyah serta berhala Pancasila yang kalian banggakan dan akan kami tinggikan hukum Allah yg mana adil dan sempurna (QS Al Maidah:50) di atas pedang-pedang kami, khilafah islamiyah Ala Minhajin Nubuwah akan segera tegak ditanah air ini Insya Allah Biidznillah".

Adapun saksi-saksi yang melihat adanya bendera tersebut adalah: 1.AKP Budi Setyo (Wakapolsek), 2.Ipda Nasir (Pawas), 3.Ipda Arwandi (Kanit Patko), 4. Aiptu Mustofa Kamal (Panit Intelkam/Pendamping Pawas), 5. Aiptu Sutarjo (Ka SPKT), 6. Aipda Langen Teguh (Piket Provoost), 7. Aipda Sahrul Budiawan (Piket Reskrim), 8. Bripka Budi Setyo Nugroho (Piket Reskrim), 9. Bripka Billy (Piket Reskrim), 10.Bripka Angkat Subiarto (Piket Intelkam), 11.Bripka Roby (Piket Intelkam), 12.Joeliardi/Pak Jangkung (FKPM).

Langkah-langkah yang diambil antara lain: Menurunkan bendera, melakukan cek CCTV di puskesmas, dan mencari saksi-saksi yang melihat disekitar Komando Polsek.