Jutaan Massa Tumpah Ruah di Monas, Taman “Haram” Diinjak

Aksi reuni 212 yang berlangsung di kawasan Monas, Minggu, 2 Desember 2018 (Foto: Monitor/Amin)

MONITOR, Jakarta – Jutaan massa tumpah ruah di sekitar kawasan Monas menghadiri aksi reuni 212, Minggu, 2 Desember 2018. Saking banyaknya massa yang datang, tempat wisata yang menjadi simbol Kota Jakarta itupun hingga tak sanggup menampung.

Akibatnya, banyak peserta aksi yang akhirnya terpaksa mengikuti kegiatan di luar kawasan Monas. Kendaraan yang hendak melintas di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Utara dan Selatan, terpaksa dialihkan karena tak bisa dilewati karena banyaknya massa.

Pantauan MONITOR di lokasi, massa yang hadir mayoritas mengenakan pakaian berwarna putih. Selain itu, banyak dari para peserta aksi yang membawa bendera bertulisakan kalimat tauhid. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut dibawa oleh para orangtuanya dalam kegiatan itu.

Di sepanjang jalan menuju kawasan Monas, para peserta aksi reuni 212 diberikan berbagai makanan dan minuman secara gratis, oleh para peserta aksi juga menjadi relawan. Kantong sampah pun disediakan di banyak titik untuk meminimalisir banyaknya sampah yang tercecer di luar jalan sekitar kawasan Monas.

Sementara di dalam kawasan Monas, penuh dengan sesak manusia. Ada yang unik dalam aksi ini, massa yang hadir diharamkan menginjak rumput dan taman yang ada disana. Jika nekad, siap-siap saja disoraki oleh para peserta aksi yang lain. “Minggir… peserta aksi jangan injak rumput dan taman,” teriak sejumlah massa.

“Hhhuuu…,” teriak, peserta yang lain. Merasa malu, peserta aksi yang terlanjur berada di atas rumput pun buru-buru berlari. Meski demikian, taman di kawasan pintu barat Monas, tepatnya yang berada dekat dengan patung kuda, rusak terinjak-injak karena banyaknya massa yang hadir dan saling berdesakan masuk dan keluar monas.