Jelang Puncak HSN, Menteri Lukman Refleksi Peran Ulama dan Santri

MONITOR, Jakarta – Jelang peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkesempatan memberikan refleksi. Menag mengatakan, penetapan Hari Santri merupakan bentuk rekognisi atau pengakuan pemerintah terhadap para santri.

"Tidak hanya itu, penetapan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap santri, kyai, dan lembaga pendidikan pesantren," ujar Menag di Jakarta, Jumat (20/10).

Lukman menuturkan, jasa santri, kyai dan pesantren sangat besar bagi bangsa. Peran dan kontribusi pesantren bahkan sudah dilakukan sejak sebelum berdirinya Indonesia. Melalui lembaga pendidikan keagamaan, pesantren menjalankan tugas mencerdaskan anak bangsa. Untuk itu, sudah semestinya Negara memberikan rekognisi dan penghargaan kepada santri, kyai, dan pesantren.

"Namun, Hari Santri juga mengandung pesan tanggung jawab besar yang harus diemban mereka dalam ikut menentukan nasib dan masa depan bangsa dan Negara," jelasnya.

Sekadar informasi, puncak peringatan Hari Santri akan digelar di Simpang Lima Semarang pada Sabtu (21/10) siang. Peringatan ini akan dimeriahkan dengan pembuatan komik terpanjang di atas 300m kanvas.

Sementara pada malam harinya, akan digelar pembacaan shalawat bertajuk “Malam Shalawat Kebangsaan Hari Santri 2017”. Menag bersama kyai dan ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya akan memadati lapangan Simpang Lima Semarang untuk bersama-sama menyenandungkan shalawat Nabi.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia