Jelang Arus Mudik 2018, Kementrian BUMN Tinjau Ruas Tol Jasa Marga

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lakukan tinjauan ke ruas-ruas jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga dan kelompok usahanya.

MONITOR, Semarang – Dalam rangka memastikan kesiapan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dalam menyiapkan pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018 (Idul Fitri 1439 H) yang aman, nyaman dan lancar, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lakukan tinjauan ke ruas-ruas jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga dan kelompok usahanya.

Dalam tinjauan ini, perwakilan Kementerian BUMN Kepala Bidang Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Priyatmo Hadi, didampingi oleh Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur, beserta anggota rombongan lainnya. Kunjungan ke jalur mudik ini merupakan kesekian kalinya jajaran Direksi Jasa Marga terjun langsung ke lapangan untuk memastikan arus mudik dan balik tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu.

Perwakilan Kementerian BUMN Kepala Bidang Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Priyatmo Hadi, didampingi oleh Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur, beserta anggota rombongan melakukan kunjungan ke jalur mudik

Pada kesempatan ini, rombongan pun menyambangi beberapa Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area diantaranya Km 19 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Km 207 Ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci). Rest area merupakan salah satu titik fokus perhatian Jasa Marga karena peningkatan jumlah pengguna jalan tol yang singgah ketika arus mudik dan balik lebaran.

Rombongan mendapat pemaparan mengenai kesiapan sarana dan prasarana rest area yang telah dilakukan oleh Jasa Marga, di antaranya dengan menambah sejumlah fasilitas di rest area, seperti toilet, tempat ibadah, dan stasiun pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) portable. Serta membuat sistem zoning atau manajemen lalu lintas di dalam rest area, yaitu dengan membuat jalur khusus antara kendaraan yang ingin mengisi BBM, menuju toilet, atau tempat makan agar tidak terjadi antrean. Jasa Marga juga mengoptimalisasi kapasitas parkir di rest area dengan tidak menambah area komersial di area parkir.

Selain itu, untuk memastikan arus kendaraan di dalam rest area terdistribusi dengan baik, Jasa Marga melakukan terobosan baru yaitu Rest Area Monitoring System, menggunakan teknologi sensor yang mampu mendeteksi kendaraan yang keluar masuk rest area dan kapasitas pakir di rest area tersebut.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menyatakan, rest area kerap menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas mudik dan balik lebaran, untuk itu banyak upaya yang dilakukan Jasa Marga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan. “Kami melakukan zoning, menambah toilet, tempat ibadah dan memastikan ketersediaan BBM. Inovasi baru yang kami lakukan adalah monitoring rest area dengan menggunakan CCTV, sehingga bisa membantu kami dan pengguna jalan mengetahui ketersediaan kapasitas parkir di rest area tersebut,” jelasnya kepada rombongan.

Selain melakukan pemantauan kesiapan TIP, tinjauan yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 Mei 2018 ini juga dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Jasa Marga yang tengah menyiapkan sarana dan prasarana untuk arus mudik dan balik, terutama dalam kesiapan jalur-jalur fungsional yang akan digunakan sebagai jalur mudik Lebaran.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lakukan tinjauan ke ruas-ruas jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga dan kelompok usahanya.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lakukan tinjauan ke ruas-ruas jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga dan kelompok usahanya.

Mempersiapkan jalur-jalur fungsional merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh Jasa Marga untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik lebaran tahun ini, tanpa menemui suatu kendala apapun.

Tahun ini, proyek jalan tol yang diberlakukan sebagai jalur fungsional sepanjang 185,34 km. Proyek-proyek yang dijadikan jalur fungsional terdiri dari Proyek Jalan Tol Batang-Semarang (75 Km), Proyek Jalan Tol Salatiga-Kartasura (32,24 Km), Proyek Jalan Tol Sragen-Ngawi (51 Km), Proyek Jalan Tol Wilangan-Nganjuk (15 Km), Proyek Jalan Tol Pandaan-Lemahbang (5 Km), Sumber wuni – Singosari (7,1 km).

Kementerian BUMN sebagai shareholder Jasa Marga dengan komposisi kepemilikan mencapai 70% ini berharap, pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran tahun ini bisa terlaksana dengan aman, nyaman, dan lancar. Selain itu, pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran 2018 ini dapat menjadi wujud BUMN Hadir Untuk Negeri membuat konektivitas antar wilayah melalui jalan tol.

Seperti disampaikan sebelumnya, segala upaya dan strategi yang dilakukan oleh Jasa Marga guna pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018, merupakan bentuk komitmen Jasa Marga dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi pemudik khususnya pengguna jalan tol, dan menjadikan mudik lebaran tahun ini aman, nyaman, serta lancar.