Jakarta Rawan Kebakaran, Anies Ingatkan Warga soal Pemakaian Listrik

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta baru-baru ini mengklaim bahwa peralatan pemadam kebakaran yang dimiliki Pemprov DKI paling lengkap se- Indonesia. Hal ini wajar, mengingat kasus kebakaran yang terjadi di Ibukota terbilang cukup tinggi.

Bayangkan saja, berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, menyebutkan, sepanjang tahun 2017, terjadi 2.942 kasus kebakaran di lima wilayah dan satu kabupaten di Jakarta. Jakarta Pusat menjadi wilayah yang paling sering terjadi kebakaran dengan 1.471 kasus.

Listrik menjadi penyebab kebakaran terbesar dengan jumlah 927 kejadian disusul dengan gas sebanyak 185 kasus. Pemukiman warga menjadi objek kebakaran terbanyak dengan jumlah 505 kejadian.

Tidak hanya itu, akibat bencana kebakaran ini, dalam periode Januari hingga 31 Desember 2017 itu, tercatat 46 orang meninggal. Sedangkan 139 orang menderita luka-luka yang 21 diantaranya dari petugas Damkar. Sebanyak 3.411 Kepala Keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggalnya akibat kebakaran pada periode itu dengan jumlah 11.098 jiwa.

Total kerugian yang disebabkan akibat amukan si jago merah tercatat Rp 475 miliar.

Menanggapi masih tingginya kasus kebakaran di Ibukota tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengajak warga jakarta agar tetap menjaga kewaspadaan terhadap pengelolaan aliran listrik di lingkungan masing-masing.

Anies meminta warga untuk tidak membebankan listrik pada satu titik karena dikhawatirkan menjadi penyebab terjadinya hubungan arus pendek.

Anies menekankan, tindakan pencegahan dari warga agar kasus kebakaran yang diawali dengan korsleting tidak selalu terulang. 

“Jadi kewaspadaan akan bahaya kebakaran ini harus selalu kita jaga. Kenali dengan teliti apa sebenarnya penyebab kebakaran. Baru kemudian kita lakukan pencegahan," pungkas Anies.