Marak Penculikan, Libanon Temukan Perangkat Mata-mata Israel di Perbatasan

Ilustrasi gambar: Drone/Pixabay
Ilustrasi gambar: Drone/Pixabay

MONITOR – Otoritas Libanon menyatakan telah menemukan perangkat spionase yang diduga milik tentara Israel. Perangkat mata-mata tersebut ditemukan setelah beberapa penculikan warga Libanon dekat perbatasan Palestina terjadi.

Dilansir Sputniknews, Israel diyakini telah mengintefsifkan kegiatan spionase dan pengintaian di sekitar perbatasan Libanon dan beberapa wilayah Libanon seperti Shebaa Farms dalam beberapa pekan terakhir.

Laporan tentang kegiatan spionase di perbatasan telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, menyusul laporan bahwa Israel mengalami kehilangan pesawat tanpa awak di sepanjang perbatasan Libanon.

Pihak Israel belum berkomentar jauh tentang kehilangan tersebut.

Pada 2017 lalu, tentara Israel kehilangan empat pesawat, yang pertama jatuh di Libanon Selatan pada bulan Januari, hal itu mendorong negara tersebut meluncurkan serangan lintas perbatasan. Dua drone lainnya hilang awal bulan ini di Suriah selatan dan di bagian utara Jalur Gaza.

Otoritas Libanon sebelumnya mengatakan bahwa beberapa warga Libanon telah diculik pasukan Israel, dan yang terakhir bersikeras bahwa mereka telah membebaskan warga Libanon yang ditahan setelah penangkapan singkat.

Kementerian Luar Negeri Libanon telah berulang kali mengeluh tentang pelanggaran Israel terhadap wilayah udara negara tersebut, keluhan terakhir bahwa Israel meluncurkan serangan udara terhadap pangkalan udara Suriah Arabia (SyAAF) Tiyas di Provinsi Homs Suriah pada 9 April melalui wilayah udara Libanon.