Indonesia Dinilai Cukup Tangguh Menanggulangi Terorisme

MONITOR, Jakarta – Masuknya paham radikalisme hingga terorisme di Indonesia khususnya lingkup kampus, menyebabkan sejumlah perguruan tinggi resah. Untuk membendung fenomena itu, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) menggelar seminar internasional dengan topik 'Best Practice on Holding Terrorism'.

Pada kesempatan itu, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengungkapkan bahwa Indonesia sudah cukup tangguh dalam membendung radikalisme yang semakin meningkat di negeri ini.

Ia menjelaskan, Indonesia telah mencoba untuk melakukan tindakan yang berhasil melalui dua pendekatan, yaitu penegakan hukum dan saji approach.

"Teroris yang telah ditangkap tidak menyebabkan deradikalisme namun lebih banyak kontra ideologi tentang nilai jihad," paparnya di Aula STIK – PTIK, Kebayoran, Jakarta Selatan. Kamis (22/2).

Menurutnya, kontrak ideologi konflik ideal diri ini akan membentuk pola pikir seseorang terhadap seseorang.

"Akhirnya pola pikir akan menjadi kontrol untuk fungsi yang akan permanen dan melibatkan semua fungsi kognitif, afektif dan tingkah lakunya," jelasnya.