Gertak Bawaslu, KSPI: Jangan Main-Main dengan Buruh

MONITOR, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta peserta demo buruh tidak melakukan kegiatan politik saat May Day. Terkait pernyataan Bawaslu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun angkat bicara.

Presiden KSPI Said Iqbal berpesan agar Bawaslu tak bermain-main dengan buruh. Ia menuturkan, perjuangan para buruh adalah bagian dari sebuah proses politik.

“Perjuangan-perjuangan kaum buruh adalah sebuah proses politik yang didahului dengan keputusan di parlemen dan di pemerintah. Oleh karena itu kami ingin mengingatkan Bawaslu, daripada nanti buruh bereaksi terhadap sikap Bawaslu, Jangan main-main (dengan buruh),” kata Said di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5).

Said menyebut, pernyataan tersebut terlontar bukan dari pihak resmi Bawaslu. Untuk itu, ia mengatakan sebaiknya Bawaslu tak melontarkan pernyataan yang dapat memancing reaksi dari para buruh.

“Saya dengar itu kan bukan Bawaslu resmi, satu orang komisioner Bawaslu yang saya lupa namanya. Oleh karena itu, sekali lagi kami berpesan kepada seseorang Bawaslu itu jangan bermain politik (dengan buruh), nanti malah ada reaksi balik dari kawan buruh,” tegasnya.

Enggan disebut mengancam, Said mengatakan dirinya hanya mencegah terjadinya kegaduhan atas pernyataan tersebut. “Saya tidak ada ancam-ancam apa ya. Jangan ada reaksi balik, malah kacau. Menimbulkan suasana gaduh,” tutupnya.

Sebelumnya, Bawaslu meminta peserta demo buruh tidak melakukan kegiatan politik pada Hari Buruh. Para buruh diharapkan tidak melakukan kampanye pilkada maupun pemilu.

“Bawaslu mengimbau kepada semua pihak yang hendak memperingati Hari Buruh besok, 1 Mei 2018, tidak melakukan kegiatan kampanye pilkada maupun pemilu,” kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di Kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.