Gas Beracun diduga Tewaskan Seorang Anak di Ghouta Timur Dalam Sekali Ledakan

MONITOR, Beirut – Sebuah lembaga monitoring perang menyatakan, satu keluarga berjumlah sembilan orang telah terbunuh dalam sekali serangan bom yang dilakukan oleh Pemerintah Suriah di daerah kantong pemberontak, Ghouta Timur malam tadi. Serangan tersebut datang ditengah resolusi Dewan Keamanan PBB menuntut gencatan senjata di kawasan tersebut.

Dilansir Reuters, Otoritas kesehatan di Ghouta Timur yang dikelola oposisi mengatakan, hingga akhir pekan kemarin beberapa orang telah menderita gejala terpapar gas klorin, menewaskan satu anak setelah sebuah ledakan.

"Ghouta Timur tidak dapat menunggu, sekarang saatnya untuk menghentikan neraka ini di bumi," kata Sekertaris Jendral PBB Antonio Guterres mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, menyerukan pelaksanaan gencatan senjata 30 hari yang diminta oleh Dewan Keamanan.

Seperti diketahui, Presiden Suriah Bashar Al-Assad, didukung Rusia dan Iran telah berusaha merebut kendali wilayah-wilayah yang direbut oleh pemberontak pada 2011 lalu. Ghouta Timur salah satunya, sebagai markas besar pemberontak terakhir tak jauh dari Damaskus.

Reuters juga melansir bahwa pemboman di Ghoutha Timur selama pekan terakhir telah menjadi salah satu dari tujuh perang terberat di Suriah, menewaskan setidaknya 522 orang dalam tujuh hari. Data tersebut dipaparkan oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah lembaga monitor perang yang berbasis di Inggris.