Gara-gara Kawasan Ekonomi Batam, Jokowi Semprot Menko Perekonomian

Presiden Joko Widodo

MONITOR, Jakarta – Saat memberikan sambutan di Rapat Terbatas Pengembangan Batam, di Kantor Presiden, Rabu, 12 Desember 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekesalannya terkait lambannya progres investasi di Batam.

Jokowi mengatakan, dirinya sudah memimpin rapat terkait percepatan pembangunan di Batam berkali-kali tapi hasilnya masih jauh dari target. “Pada 2015 Desember kita pernah bicara ini. (Pada) Januari 2016 kita pernah bicara ini. (Pada) Maret 2017 kita pernah berbicara ini. Sudah dirapatkan berkali-kali,” ucapnya.

Menurut Jokowi, Batam dan sekitarnya memiliki posisi strategis yang bisa dikembangkan secara maksimal sehingga memiliki daya tarik yang bagus. Oleh karena itu, Batam juga diharapkan menjadi kawasan ekonomi yang mampu menarik investor. “Saya minta Menko Perekonomian untuk menyampaikan perkembangan di Batam. Proses transformasi dari free trade zone ke kawasan ekonomi khusus,” ujarnya.

Strategi percepatan pembangunan di Batam juga dinilai harus mencakup kepastian hukum bagi investor, termasuk perizinan, khususnya di sektor infrastruktur dan pelabuhan. Badan Pengusahaan Batam telah mengalokasikan lahan bagi 20 perusahaan sejak awal tahun ini. Total komitmen investasi dari pengalokasian lahan tersebut mencapai Rp 5,2 triliun.

Pada rapat yang dipimpin Jokowi ini, sejumlah menteri terlihat hadir antara lain Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.