Ganas Annar MUI Gelar Pelatihan Gerakan Relawan Nasional Darurat Narkoba

MONITOR, Bogor – Tantangan begitu berat dalam memberantas Narkoba yang meliputi gerakan pencegahan (aktif-pasis), pemberantasan dan rehabilitasi membutuhkan energi yang lebih bagi semua elemen bangsa.

Prihatin dengan persoalan narkoba, Pengurus Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (GANAS ANNAR MUI) Pusat menggelar pelatihan relawan antinarkoba tingkat nasional pada Selasa-Jumat, 13-15 Desember 2017 di Wisma Pendidikan Pancasila MK Cisarua Bogor.

"Narkoba menjadi ancamaan baru dan tantangan bagi segenap elemen bangsa ini, perlu semua elemen bangsa untuk berpartisipasi di dalam mengantisipasi  serta berupaya aktif untuk melakukan pencegahan," jelas Sekretaris Ganas Annar MUI Pusat, Rofikul Umam, pada rilis pers ke MONITOR di Jakarta, Kamis (14/12).

Kegiatan ini merupakan kerja sama Ganas Annar MUI dengan BNN, Bareskrim POLRI, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial dan Pesantren dalam upaya pencegahan  meluasnya peredaran Narkoba.

Menurut Umam, narkoba menjadi ladang yang mengiaurkan dari segi ekonomi, peredaran yang dilakukan secara sistematis hingga kendalikan dari bandar-bandar di balik jeruki sel.

"Ancaman bahaya Narkoba ini telah menjakiti 2,21% atau 4 juta lebih penduduk Indonesia dan itu merupakan fenomena puncak gunung Es jika di teliti lebih dalam."  ujarnya.

Lebih lanjut terang Umam, narkoba seperti virus yang menyebar sangat mudah di tengah-tengah masyarakat tidak memgenal usia, kedudukan status sosial hingga aparat negara bahkan lembaga penanggulangan narkoba hingga lapas. Oleh karenanya, Ganas Annar merasa perlu menyiapkan relawan anti narkoba.

"Dari kegiatan ini diharapkan menghasilkan out put 'gerakan Relawan nasional darurat Narkoba'," ungkap Umam.

Nantinya para peserta akan disiapkan menjadi penggerakkan 'gerakan relawan nasional darurat narkoba' yang fungsinya sebagai; relawan anti narkoba di tingkat propinsi dan kabupaten/kota, sosialisasi baha narkoba dilingkungannya, mendorong relawan untuk makin aktif dalam pencegahan (sosialisasi edukasi) narkoba.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh perwakilan setiap propinsi dan penggurus pusat sebanyak 164 orang.

 

Advertisementdiskusi publik wagub dki