Eki Pitung Sesali Program Anies Kurang Menyentuh Anak Betawi

MONITOR, Jakarta – Program 100 kerja Gubernur Jakarta Anies Baswedan sudah berlalu. Namun kritikan terhadap kinerja 100 hari orang nomor satu di DKI itu masih saja muncul. Salah satunya datang dari warga Betawi. 

Warga asli Jakarta pun melayangkan protes terhadap puluhan program 100 hari Anies. Sebab, dari pengakuan beberapa warga menyebutkan tidak ada satupun yang menyetuh langsung anak Betawi. 

"Jujur saja, kami orang Betawi melihat dari puluhan program kerja yang diluncurkan Anies dalam 100 hari kerjanya satu pun tak ada yang nyentuh anak Betawi. Ini kenapa," tanya tokoh pemuda Betawi, M Rifky, kepada MONITOR.

Kata Eki Pitung, panggilan akrabnya, Betawi sebagai penduduk asli Jakarta seharusnya mendapat perhatian khusus dari Anies sebagai orang nomor satu di DKI. Lantas perhatian apa yang diharapkan anak Betawi dari Anies?

"Ya, kalau saya boleh ngomong ke Pak Anies, khusus anak Betawi kalau bisa diberi pendidikan dan kesehatan gratis. Yang lainnya perhatian dalam pelestarian Betawi," ungkapnya.

Di sisi lain, Eki pun meminta program Ok Oce yang diterapkan Pemprov DKI juga bisa diterapkan khusus untuk anak Betawi.

"Lebih bagus lagi ada program Ok Budaya Betawi. Dengan adanya program Ok Budaya Betawi nantinya anak-anak Betawi mendapat kesempatan yang luas untuk berkarya di kampung sendiri," papar Eki Pitung.

Ditambahkan Eki Pitung, dengan adanya program Ok Budaya Betawi ini maka para tokoh Betawi maupun para seniman akan lebih fokus untuk mengembangkan kariernya. Dan ke depannya bisa sejajar dengan daerah lain seperti Bali maupun Jogja yang mengedepankan pengusaha putra asli daerahnya.

"Sebagai contoh di Bali, Pemprov Bali membantu pengusaha Joger dalam mengembangkan usaha dan memiliki ciri khusus. Bahkan saya pernah lihat sendiri, Pecalang Budaya Bali menyuruh orang buka kaos karena pake kaos Joger palsu. Begitu juga di Jogja dengan kaos khas Dagadu nya," pungkasnya.