Dua Universitas Ternama Pasifik Teken Kerjasama Riset Maluku Corner

MONITOR, Suva – Ada banyak kesamaan karateristik alam antara Indonesia Timur dengan kawasan Pasifik, termasuk kandungan tanah dan biodiversitas. Hal itu diungkapkan oleh Research Manager dari Maluku Corner Universitas Padjadjaran, Dr. Ir. Reginawanti Hindersah, saat pembahasan kerja sama riset Maluku Corner dengan mitra lembaga riset University of the South Pacific (USP) dan Fiji National University (FNU), Sabtu (18/11) kemarin.

Bersama dalam rombongan, Vrameswari Omega dari Parahyangan Center for International Studies (PACIS) yang pernah teliti situasi bencana alam di Vanuatu dan Elisabeth Dewi, Ph.D selaku Kepala PACIS dari Universitas Katolik Parahyangan juga sepakati penelitian tentang isu dan kebijakan strategis di Pasifik.

“Isu perubahan iklim dan bencana alam merupakan dua permasalahan utama di Pasifik yang juga dihadapi Indonesia. Keduanya perlu dilihat dari aspek human security,” kata Vrameswari seperti dilansir website Kementerian Luar Negeri RI.

Kerja sama dengan dua universitas ternama di Pasifik tersebut didorong oleh Ditjen Asia Pasifik dan Afrika serta didukung KBRI Suva dengan melibatkan pejabat dan peneliti dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Katolik Parahyangan untuk melakukan kunjungan ke Suva, Fiji, pada 8-10 November 2017.

Kunjungan menghasilkan kesepakatan kerja sama yang diformalkan melalui penandatanganan Letter of Intent antara dua universitas di Indonesia dengan mitra universitas di Pasifik tersebut.

Sejumlah dosen dan peneliti dari kedua belah pihak telah berdiskusi untuk membahas berbagai topik penelitian bersama, seperti komparasi di bidang pertanian, kehutanan dan maritim antara Indonesia bagian timur dan Pasifik serta perkembangan demokratisasi di Pasifik.

“Khusus untuk penelitian di Pasifik, Universitas Padjadjaran membawa pusat unggulan Maluku Corner yang telah miliki program pengabdian masyarakat dengan Universitas Pattimura di Indonesia Timur,” ungkap Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, SpA(K), selaku Direktur Kerjasama dan Korporasi Akademik, Universitas Padjadjaran.

Kunjungan Indonesia ke dua universitas di Pasifik tersebut diterima dengan hangat. “Hari ini saya lihat ekspresi antusias dari para peneliti di USP untuk jalankan joint research dengan Indonesia,” kata Prof, Jito Vanualailai selaku Research Director USP.

Lebih lanjut, Prof. Nigel Healey selaku Vice Chancellor FNU telah tandatangani dua Letter of Intent (LoI) kerja sama penelitian dengan Universitas Padjadjaran dan Universitas Katolik Parahyangan. Nantinya, setiap universitas dapat melakukan kerja sama penelitian, pertukaran data dan pertukaran dosen, peneliti dan mahasiswa.

USP dan FNU tidak sekedar menjadi dua universitas terbaik di Fiji, melainkan juga di seluruh kepulauan Pasifik. Kedua universitas tersebut menghasilkan alumni yang menjadi tokoh-tokoh berpengaruh di Pasifik.

USP sendiri merupakan universitas regional, konsorsium 12 negara kepulauan Pasifik, yaitu Kepulauan Cook, Fiji, Kiribati, Kepulauan Marshall, Nauru, Niue, Samoa, Kepulauan Solomon, Tokelau, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu. Sedangkan, FNU merupakan universitas negeri di Fiji yang sangat kuat dalam keilmuan pertanian, kehutanan dan perikanan serta studi masyarakat dan bisnis. Hal tersebut merupakan basis utama ditunjuknya USP dan FNU sebagai mitra dalam kerja sama riset kali ini. 

 

(Sumber: Dit. KSIA Aspasaf/ Kementerian Luar Negeri