DPRD DKI Apresiasi Ketegasan Anies Persilakan Mundur Dirut Dharma Jaya

MONITOR, Jakarta – Keingian Dirut Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati mundur dari jabatannya, mendapat reaksi dari kalangan wakil rakyat Jakarta. Para politisi Kebon Sirih ini menyarankan pihak eksekutif tak menahan atau menolak keinginan mundur dari Dirut Djarma Jaya tersebut.

"Saya sepakat dengan sikap Pak Gubernur Anies Baswedan yang dengan tegas menyatakan dirinya tidak akan menghalang -halangi Bu Mariana mundur dari Dirut Dharma Jaya. Disinilah membuktikan kalau Anies itu gubernur yang tegas,"ungkap Wakil Sekertaris Komisi A DPRD Jakarta, Syarif.

Politisi Partai Gerindra ini pun mengatakan, kalau ketegasan Anies ini akan dibuktikan pada saat rotasi jabatan yang akan dilakukan Anies bulan depan.

"Kalau ancaman mundur itu tak dilakukan  Ibu Marina, saya pastikan beliau akan masuk radar salah satu lejabat yang akan diganti Anies," cetus Anies kepada MONITOR.

Syarif pun menilai, Marina adalah sosok yang suka mengeluh. Sebagai contoh, menyinggung soal rencana penghapusan anggaran Penyertaan Modal Daerah (PMD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2018 yang dibahas akhir 2017 lalu.

"Saya sudah cukup lama memperhatikan Marina ini ya. Pada waktu dicoret PMD dia mengeluh. Dia bilamg kepada kami "Gimana mau maju, itu dibutuhkan, kok dicoret", kata Syarif meniruka perkataan Marina.

Nah, kata Syarif, kini  Marina kembali mengeluh soal keterlambanan pencairan dana Public Service Obligation (PSO) bahkan keluhannya sekaran diembel-embeli dengan ancaman pengunduran diri.

"Kalau orang Jawa bilang Bu Marina kesusu. Tahu arti kesusu ? Kesusu itu rempong. Nah Bu Marina menurut saya itu orangnya rempung,"ungkap Syarif.

Lagi pula, disebut Syarif, alasan Dirut salah satu BUMD itu berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, bahwa dokumen pencairan dana tersebut baru masuk ke Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) pada 27 Februari. Dan pada Kamis (14/3), dana tersebut sudah dicairkan.

Seperti dikatahui, Dirut Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati mengancam akan mengundurkan diri, ini dilakukan Marina karena dirinya dengan pihak Pemprov DKI yang memperlambat proses pencairan dana Public Service Obligation (PSO) untuk membeli daging bersubsidi bagi warga tak mampu.