Dituding Ilegal, Sandi Minta BAZIS DKI Bersinergi dengan BAZNAS

MONITOR, Jakarta – Tudingan yang dilontarkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bambang Sudibyo, bahwa keberadaan BAZIS DKI adalah Ilegal, mengundang reaksi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Sandi lantas meminta agar BAZIS DKI bersinergi dengan lembaga pengumpul zakat lainnya, termasuk BAZNAS.

“Bagaimana memberi manfaat yang lebih baik. Bagaimana allocation ratio-nya di improve dan kita ingin bahwa kita bersanding. Di sini ada Rumah Zakat, ada Dompet Dhuafa. Semua ini merupakan mitra,” kata Sandiaga dalam acara Forum Group Discussion (FGD) yang bertajuk Kepastian Kelembagaan dan Pengelolaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota, Rabu (18/4).

Sandi berkeinginan lembaga pemungut zakat tidak saling bersaing. Menurutnya semua adalah mitra yang harus bersinergi.

Terlebih target pedapatan zakat nasional hanya mencapai Rp 8 Triliun. Padahal dibeberkan Sandi, cukai rokok saja mencapai Rp 148 triliun.

“Ini kan tidak sebanding dari segi potensi dengan yang berhasil dikumpulkan. Berarti kita jangan saling (bersaing) justru mulai terpecah-belah. Justru harus bersatu,” jelasnya.

Sandi berencana bakal menurunkan kebijakan yang selaras sehingga bisa ditingkatkan jumlah zakat yang dikelola dan bisa dialokasikan ke kegiatan-kegiatan yang betul-betul memangkas kemiskinan.

Menurutnya salah satu digelarnya FGD kelembagaan dan pengelolaan BAZIS DKI, juga dalam rangka mencari opsi bentuk singkronisasi yang lain.

“Salah satu opsinya itu adalah mencari bentuk sinkronisasi yang lain dimana dimungkinkan di bawah undang-undang tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, dia menambahkan hasil dari FGD yang digelar hari ini, yang nantinya bakal menentukan keputusan pemprov DKI Jakarta antara bergabung atau menolak ajakan BAZNAS.

“Hasil FGD ini kan langsung. Mau kita bawa ke simposium. Kalau bisa, pas bulan Ramadhan. Hari ini, besok hasil FGD nya dilaporkan ke saya. Terus nanti apa yang menjadi harapan ini, kita sandingkan ke pak Bambang dan saya akan minta waktu sendiri khusus menghadap pak Bambang,” pungkasnya.