Dishub Minta PT Transjakarta Perlakukan Khusus Angkot Tanah Abang

MONITOR, Jakarta – Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta PT Transjakarta agar memberikan perlakuan khusus kepada para sopir Mikrolet Tanah Abang soal program OK Otrip.

Pihak Dishub meminta agar PT Transjakarta menurunkan jarak tempuh dari 190 kilometer menjasi 175 kilometer.

"Ini soal demo angkutan tanah abang jangan sampai berlarut-larut. Oleh karenanya kami sudah melakukan kajian yang menunjukkan, rata-rata jarak tempuh mikrolet yang beroperasi di Tanah Abang 175 kilometer per hari dengan panjang trayek 17 kilometer. Melihat itu, kami berencana memberikan rekomendasi agar PT Transjakarta menurunkan target jarak tempuh mikrolet Tanah Abang menjadi 175," ujar Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Masdes Aroufi, Jumat (23/2).

Dari hasil kajian lainnya, Dishub DKI juga berencana merekomendasikan agar PT Transjakarta melakukan revisi komponen tarif Rp/Kilometer. Jika saat ini Rp 3.459 per kilometer direvisi menjadi sekitar Rp 4.000 per kilometer. Angka itu diperoleh setelah menghitung biaya operasional angkot, termasuk pembayaran gaji sopir. Dalam penerapan OK Otrip, dibutuhkan dua sopir mikrolet yang bekerja pada shift pagi dan sore hari dengan gaji lebih kurang Rp 3,6 juta untuk satu sopir.

"Bukan naikkan tarif Rp/Km, lebih tepatnya, revisi komponen tarif Rp/Km," jelas dia.

Namun, Masdes mengatakan bahwa PT Transjakarta yang akan memutuskan nantinya. Dishub DKI hanya memberikan rekomendasi dari hasil kajian agar bisa menjadi rujukan PT Transjakarta sebagai perusahaan yang akan bekerjasama dengan pemilik angkutan.

"Mendekati Rp 4.000 per kilometer, tetapi simulasi kami yang menerapkan, PT Transjakarta yang sign kontrak. Kami hanya bantu simulasi yang menetapkan Transjakarta," tandas dia.

Seperti diketahui, puluhan sopir mikrolet Tanah Abang, memprotes kebijakan PT Transjakarta soal OK Otrip yang dinilai memberatkan. Mereka turun ke jalan dan bertemu Dishub pada Kamis (23/2).