Diperiksa Polisi, Sandi Minta Kepala UPT Monas Kooperatif

Wakil Pemrov DKI Jakarta, Sandiaga Uno

MONITOR, Jakarta – Tragedi pembagian sembako yang menewaskan dua orang bocah di Monas berbuntut panjang. Pasalnya, pihak kepolisian saat ini sedang memanggil kepala UPT Monas, Munjirin, untuk dimintai keterangan soal tragedi tersebut.

Menanggapi pemanggilan Munjirin ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meminta Munjirin agar kooperatif memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya tersebut.

Tidak hanya kepada Munjirin, pesan tersebut juga disampaikan oleh Sandiaga kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Tinia Budiarti yang rencananya akan dipanggil, Rabu (23/5) besok terkait kasus yang sama.

“Kepada Pak Munjirin dan Ibu Tinia harus kooperatif kepada pihak kepolisian. Sampaikan semua kronologis kejadian sedetail mungkin. Jangan sampai ada yang ditutup tutupi biar semua terang benderang,” kata Sandi di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Dengan begitu, lanjut Sandi, diharapkan bisa membantu pihak kepolisian mengungkap tewasnya dua bocah di Monas yang diduga tewas akibat terinjak-injak saat ikut antri bagi sembako gratis.

“Mudah-mudahan bisa membantu pihak kepolisian untuk meneliti dan mengusut insiden bagi-bagi sembako di Monas,” cetus Sandi.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan Munjirin akan dimintai keterangan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, sekitar pukul 13:00 WIB.

“Kepala (UPT) Monas kita mintai keterangan berkaitan dengan kasus itu,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Argo menjelaskan surat panggilan telah dikirimkan ke pengelola Monas sebelumnya. Surat tersebut, imbuhnya, telah ditandatangani Munjirin langsung. “Sudah ditandatangan penerimanya,” imbuhnya.

Forum Untukmu Indonesia (FUI) menyelenggarakan kegiatan budaya di Monas pada Sabtu (28/4) lalu. Kegiatan juga dibarengi dengan pembagian makanan dan sembako gratis.