Diduga terkait Pilpres, 50 Juta Data Akun Pengguna Facebook Bocor

MONITOR, Jakarta – Media Sosial Facebook tengah heboh. Ya, sebanyak disebut 50 juta data akun pengguna Facebook bocor setelah perusahaan analisis data, Cambridge Analytica (CA), dilaporkan terlibat dalam skandal besar kebocoran data puluhan juta pengguna Facebook yang dikaitkan dengan aktivitas Pilpres di Amerika 2016 lalu, yang mana diduga kuat kandidatnya Donald Trump melakukan kecurangan jumlah pemilih berdasarkan e-voting masyarakat Amerika Serikat.

Cambridge Analytica perusahaan yang pernah bekerja dengan tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump itu dituding menggunakan jutaan data untuk membuat sebuah program software yang hebat, sehingga dapat memprediksi dan memengaruhi pemilihan suara.

Seperti, dilansir The Guardian, Selasa (20/3/2018), seorang whistleblower atau pemberi informasi bernama Christopher Wylie, memaparkan kepada Observer The Guardian, bagaimana CA menggunakan informasi personal diambil tanpa izin pada awal 2014 untuk membangun sebuah sistem yang dapat menghasilkan profil pemilih individual AS.

Hal ini dilakukan untuk menargetkan mereka dengan iklan politik yang telah dipersonalisasi. CA sendiri merupakan perusahaan yang dimiliki oleh miliarder Robert Mercer dan pada saat itu dipimpin oleh penasihat utama Trump, Steve Bannon.

"Kami mengekspolitasi Facebook dan "memanen" jutaan profil orang-orang. Kami membuat berbagai model untuk mengeksploitasi apa yang kami tahu tentang mereka dan menargetkan 'isi hati' mereka. Itulah dasar keseluruhan perusahaan dibangun," ungkap Wylie.