Cuitan GM Tentang Amien Rais, MUI: Biarlah Fatwa MUI Jadi Pedoman

Monitor, Jakarta  Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yunahar Ilyas angkat bicara terkait cuitan Budayawan senior Goenawan Mohamad (GM) di akun twitternya yang dinilai melakukan fitnah terhadap Ketua Dewan Kehormatan PAN  Amien Rais. 

Yunahar mengatakan, MUI tidak mengurusi kasus per kasus yang terjadi di media sosial. Meskipun, lembaga itu telah mengeluarkan Fatwa tentang Pedoman Hukum dan Bermuamalah Melalui Media Sosial.

"Biarlah Fatwa MUI dijadikan pedoman. Bagi yang melakukan agar sadar dan bagi masyarakat jangan percaya lah dengan hoax dan ghibah," kata Yunahar saat dihubungi, Kamis (8/6).

Dengan adanya pedoman dari MUI, dia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai sendiri apakah yang dilakukan seseorang di media sosial melanggar fatwa tersebut atau tidak.

"Kita cuma mengeluarkan pedomannya. Nanti dengan pedoman itu silakan masyarakat nilai sendiri itu masuk ke bagian mana," ucapnya.

Namun, Yunahar menggarisbawahi bahwa salah satu yang diharamkan MUI dalam fatwa nomor 24 tahun 2017  tersebut adalah Ghibah dan fitnah.

"Yang diharamkan MUI itu ghibah, membicarakan kejelekan orang lain dengann tujuan untuk menjelekan seseorang di belakang," tutup Yunahar.

Diketahui, dalam sebuah postingan, GM mengunggah foto Amien Rais yang tengah tertunduk lesu. Di kolom caption, Goenawan menulis, “Tegaklah, Mas Amien Rais. Anda terima Rp 600 juta tapi belum tentu bersalah. Kita tak boleh cepat mencerca, bukan?”

Menanggapi postingan tersebut, putri Amien Rais, Hanum Rais menjelaskan bahwa saat itu sang ayah tengah menemaninya menjalankan proses kelahiran. Namun selain itu, Hanum juga menyebut Goenawan sebagai seorang ‘Ahli Fitnah’ dalam salah satu cuitannya.