Cara Unik KAHMI Jaya Bebaskan Jakarta dari Sampah

MONITOR, Jakarta – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Jakarta, menggandeng PT TVS Kargo dan PT Tri Rajawali Indo Sejahtera, membagi-bagikan puluhan motor gerobak sampah ke 20 Rukun Warga (RW) yang ada di wilayah Jakarta Utara. Ini dilakukan supaya Jakarta tampil bersih dan bebas sampah.

Pembagian puluhan motor gerobak pengangkut sampah secara simbolis ini dilakukan di Kantor Walikota Jakarta Utara.

Ketua Presidium KAHMI Jaya, M Taufik mengatakan, ada sekitar 20 kendaraan gerobak pengangkut sampah yang dibagikan oleh KAHMI Jaya.

"Program bagi-bagi gerobak sampah ini, merupakan implementasi dari Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dan KAHMI Jaya mendukung program tersebut," ungkap Taufik.

Menurut Taufik, motor pengangkut sampah yang dibagikan KAHMI Jaya, adalah motor roda tiga, yang memiliki kapasitas 350 – 400 kg, serta menggunakan jenis bahan bakar premium.

Pembagian 20 alat angkut sampah motor roda tiga yang dilaksanakan di Kantor Walikota Jakarta Utara, selain dihadiri Walikota Jakarta Utara, Husein Murad kuga, juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

"Kami sangat mengapresiasi Pak Taufik sebagai Ketua Kahmi Jaya yang sudah memberikan sumbangsih motor gerobak yang bisa digunakan di Jakarta Utara, dan ini yang kita harapkan menjadi partisipasi yang konkret dari elemen masyarakat dalam membersihkan Jakarta,” kata Sandi.

Sandi menyebutkan, gerobak motor sampah tersebut akan digunakan secara swadaya oleh pengurus RW di 20 rukun warga (RW) di Jakarta Utara.

"Desember lalu ide ini disampaikan oleh Pak Taufik (Wakil Ketua DPRD DKI), sekarang sudah direalisasikan dan dapat mengangkut sampah di gang-gang kecil permukiman warga," ujar Sandi.

Ia menyebutkan, keberadaan motor gerobak sampah inisiasi dari Kahmi Jaya tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah serta rumah tangga.

"Motor alat angkut sampah ini menjadi program nyata dan bisa terintegrasi dengan bank sampah OK OCE. Kita ingin ada kegiatan pengolahan sampah mandiri tidak bergantung pada swasta dan Pemprov DKI. Mulai 2018 ke atas, kita bisa maksimalkan pengurangan sampah di DKI," pungkasnya.