Bantah Ada Perpecahan, Ustadz Sambo Hadiri Aksi 287

MONITOR, Jakarta – Mantan Ketua Presidium Alumni  212, Ustadz Ansufri Idrus Sambo, mrmbantah adanya perpecahan di internal Alumni 212 usai dirinya mengundurkan diri dari jabatan ketua.

Dia membuktikan hal itu dengan hadir di Aksi 287 yang digagas Presidium Alumni 212 yang kini dipimpin Slamet Maarif di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (28/7).

Ia mengaku sengaja menghadiri aksi 287 untuk menunjukkan kepada umat Islam, bahwa di antara dirinya dengan tokoh gerakan Islam yang lain memang tidak ada masalah.

Dalam aksi itu, Sambo sempat berorasi. Dia mengungkapkan, kehadirannya dalam aksi karena diundang oleh panitia aksi.

"Tidak mungkin saya akan melancarkan penggembosan terhadap perjuangan umat Islam. Biar bagaimanapun, saya kan deklarator (Presidium Alumni 212)," kata Sambo usai mengikuti aksi, Jumat (28/7).

Dia menjelaskan, kalaupun ada langkah dirinya yang tidak sesuai atau tidak satu pemahaman dengan tokoh yang lain, dirinya harus berjiwa besar.

Karenanya dia menegaskan, isu adanya perpecahan itu sama sekali tidak benar. 

"Isu (Perpecahan) itu fitnah. Makanya saya datang ingin menunjukan bahwa saya tidak ada masalah. Kita tetap bersatu walaupun saya sudah tidak bergabung lagi," tegasnya.

Diketahui, pada Kamis (27/7) atau sehari menjelang Aksi 287 digelar, beredar siaran pers yang mengatasnamakan Sambo. Dalam siaran pers tersebut, penulis menyebut bahwa Aksi 287 merupakan aksi ilegal yang tidak direstui oleh Habib Rizieq Shihab.

Sambo sendiri mengaku sudah mengklarifikasi, bahwa siaran pers yang beredar merupakan fitnah keji yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab kepada dirinya. Namun menurutnya klarifikasi saja tidak cukup.

"Enggak bisa hanya klarifikasi, klarifikasi enggak akan cukup. Begitu saya datang, hal itu menunjukan sebuah simbol bahwa kita enggak ada masalah," pungkas Sambo.