Banjir Mulai Surut, Warga Masih Betah Tinggal di Pengungsian

MONITOR, Jakarta – Banjir di Ibukota lambat laun sudah surut di beberapa titik lokasi. Ini terlihat di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Di wilayah langganan banjir ini, air bah benar-benar telah surut. 

Namun anehnya, warga di kawasan ini masih betah berdiam diri di tempat pengungsian yang dipusatkan di kantor kelurahan. Seperti Jamhur, warga RT 15 RW 08 mengaku masih bertahan di lantai dua Kantor Lurah Kampung Melayu karena rumah kontrakannya yang bersebelahan dengan aliran Kali Ciliwung masih dipenuhi lumpur. 

Menurutnya lumpur setinggi paha orang dewasa yang memenuhi rumahnya belum dapat dibersihkan. “Saya nunggu lumpurnya bisa diangakat dulu mas baru kita pindah," katanya di lokasi pengungsian.

Diceritakan Jamhur, sejak banjir menggenangi kediamannya ia dan tetangganya memang memilih kantor kelurahan untuk mengungsi.

"Sambil mengungsi untuk sementara waktu, kami juga harus bolak-balik bersihkan rumah. Berhubung lumpurnya masih banyak. Terpaksa kami tinggal dikantor kelurahan ini untuk dua hari kedepan," pungkasnya.

Dari informasi para pengungsi, selama di pengungsian bantuan seperti makanan, selimut dan obat-obatan serta popok bayi dipenuhi dengan baik. Di pengungsian Nur membawa serta cucunya yang masih 6 bulan.

“Kalau soal makanan  ibarat belum laper sudah datang lagi. Alhamdulillah soal perut sih aman semua,” imbuh para pengungsi.

Selain di Kantor Kelurahan Kampung Melayu, pengungsi juga ditempatkan di SMP 26 Jakarta, yang letaknya bersebelahan dengan Kantor Lurah Kampung Melayu.