Banjir Jakarta Surut, Anies Cek Kondisi Debit Air Bendungan Katulampa

MONITOR, Bogor – Banjir di Ibukota sudah surut. Gubernur DKI Anies Baswedan pun menyempatkan diri bersama jajarannya untuk melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Bogor, Senin (12/2). Anies datang bersama beberapa Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) diantaranya Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendrawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Isnawa Adji dan Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal.

Kedatangan orang nomor satu di Ibukota Jakarta ini untuk melihat langsung kondisi debit air bendungan Katulampa. Selain itu, ia melakukan koordinasi terkait penanganan banjir di Jakarta yang disebabkan banjir di hulu Kali Ciliwung.

Setibanya di Kota Hujan, Anies beserta jajarannya disambut langsung Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan jajarannya. Dalam pertemuan tersebut Bima sempat menjelaskan penggunaan dana hibah dari Pemprov DKI ke Pemkot Bogor.

Menurut Bima, persoalan banjir di Jakarta yang disebabkan luapan Kali Ciliwung di bagian hulu perlu ditangani secara bersama atau lintas pemerintahan.

“Normalisasi sungai lintas batas wilayah, penataan bantaran sungai Ciliwung. Revitalisasi situ-situ dan pembangunan kolam retensi. Jadi ini bagaimana caranya supaya air tidak semua ke Jakarta. Bagaimana air itu diolah dengan baik di sini,” kata Bima.

Bima juga menjelaskan, Bendungan Katulampa hanya merupakan sistem peringatan yang ditunjukkan dengan ketinggian air. Pembuatan sumur-sumur resapan dan normalisasi sepanjang Ciliwung yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi banjir di Jakarta.

“Orang Jakarta melihat Katulampa seram banget. Menurut saya ada persepsi yang salah tentang Katulampa. Seolah-olah itu bendungan yang kalau jebol, Jakarta banjir. Katulampa itu bukan seperti itu sesungguhnya. Katulampa itu early warning system. Jadi hanya untuk kita melihat ketinggian di mana,” tandas Anies.

Bima menambahkan sempat memperingatkan Anies saat ketinggian Katulampa mencapai 240 cm atau dalam posisi siaga. Bima mengatakan ketinggian tersebut terlahir terjadi pada 2013 lalu. Menurut Arya berkat infrastuktur yang lebih baik, Jakarta terhindar dari banjir yang lebih besar kemarin.

“Biasanya gimana kalau begini? Jakarta pasti banjir. Makanya saya telepon, kita komunikasi tapi ternyata tidak separah 2013. Artinya sudah ada infrastruktur yang lebih baik di Jakarta,” pungkasnya.