Anies Resmikan JIEPP, Venue Berkuda Termegah Se-Asia

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan Venue Pacuan Berkuda Pulomas, Jakarta International Equistrian Park Pulomas (JIEPP), di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur. (Foto: Asep Syaefudin)

MONITOR, Jakarta – Menjelang perhelatan Asian Games yang tinggal menghitung hari, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Venue Pacuan Berkuda Pulomas, Jakarta International Equistrian Park Pulomas (JIEPP), di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur. Venue olahraga berkuda ini digadang-gadang menjadi venue termegah se-Asia.

“Syukur Alhamdulillah, hari ini kita menjadi saksi sebuah fase pembangunan equestrian, ini salah satu tempat yang Insya Allah menjadi kebanggaan kita diajang Asian Games. Ini equestrian kelas dunia. bisa menampung 990 penonton, fasilitasnya luar biasa. Di Asia hanya ada tiga yang seperti ini,” ujar Anies saat meresmikan JIEPP, Kamis (2/8).

Venue Arena Berkuda Equestrian JIEPP akan menjadi venue Asian Games XVII bagi perhelatan tiga cabang Equestrian Olympic, yakni tunggang serasi (dressage), lompat rintangan (jumping) dan trilomba (eventing).

Dengan luas 35,25 hektar, JIEPP memiliki lima arena, yaitu Field of Play sebagai arena utama, Training Arena, Warm Up Arena, Collecting Arena, Covered Training Arena, Cross Country dan fasilitas penunjang laninnya.

“Diharapkan dari fasilitas ini muncul posisi (dan prestasi) Indonesia di dunia internasional, betul-betul bisa dimanfaatkan. Dan (semua pihak) harus bisa merawat dan mengembangkan tempat ini untuk berbagai event; serta semoga menjadi fasilitas yang mempunyai dampak besar untuk hari ini dan di masa yang akan datang,” katanya.

JIEPP direnovasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Pulo Mas Jaya, Anak Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Salah satu BUMD Milik Pemprov DKI Jakarta). Renovasi ini dikerjakan dalam kurun waktu satu tahun dengan menelan anggaran hingga Rp 417 miliar. Dalam arena ini terdapat 156 kandang kuda dan Equine Clinic (klinik khusus kuda) yang didukung dengan kandang isolasi.

“Kami merasa bangga sekali bahwa tugas yang dibebankan kepada Pemprov DKI sudah ditunaikan dan kita bangga bahwa ini dibuat sendiri oleh tim di DKI. Beda dengan di tempat lain, ini kita sendiri yang mengerjakan, dan anggarannya juga yang dari kita apa saja, ada equestrian, Velodrome, lapangan BMX dan base ball. dan semua sudah jadi dan nanti kita akan resmikan empat itu,” ungkapnya.

JIEPP lebih dari sekadar arena equestrian biasa karena setelah Asian Games 2018 rampung, arena ini berpotensi menjadi tempat kegiatan meeting dan wisata MICE andalan di Jakarta Timur yang tentunya dapat menghasilkan revenue tambahan bagi Pemprov DKI Jakarta.

Area hijau serta danau yang ada dalam kawasan ini juga telah menambah daftar Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau paru-paru kota guna meningkatkan daya dukung lingkungan, seolah menjadi oase di tengah padatnya daerah Jakarta Timur.

Presiden Direktur PT Pulo Mas Jaya, Bambang Mursalin, mengatakan JIEPP telah mengantongi sertifikasi bebas penyakit hewan kuda atau Equine Disease Free Zone (EDFZ) dari Dewan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) di Paris dan Dewan Uni Eropa (EU) di Brussels.

Prestasi ini adalah hasil kolaborasi yang solid dari Pemprov DKI Jakarta, Kementrian Pertanian Republik Indonesia, dan PT Pulo Mas Jaya termasuk masyarakat sekitar.

“Karena area field of play, area pertandingannya memang standar internasional dan sudah luas dengan jumlah kandang dan luasnya standar internasional. Ini diawasi dan approve federasi equestrian internasional, area cross country nya juga paling luas dan panjang. Ada klinik kuda semua peralatan permintaan federasi equestrian Internasional,” ungkapnya.

Cabang olahraga equestrian merupakan salah satu mother sport Olympic. Cabang ini memperlihatkan latihan tingkat tinggi dalam melatih kuda yang mengutamakan keserasian gerak antara kuda dan atletnya.

Tiga disiplin Equestrian Olympic yang akan diperlombakan adalah tunggang serasi (dressage) yang menonjolkan keluwesan gerakan dari kuda dan penunggangnya, lompat rintangan (jumping) yang mempertontonkan kemampuan dan keserasian kuda melompat, serta trilomba (eventing) yang adalah kombinasi dari tiga disiplin sekaligus (dressage, cross country dan jumping).

“Kuda Eropa datang pada tanggal 10 Agustus nanti. Kuda dari Asia sudah datang tapi enggak boleh ke sini, tapi di karantina di Cinere, Depok. Sekitar 120 kuda yang akan datang dari 20 negara,” ucap Bambang.

JIEPP wajah baru ini dilengkapi beragam fasilitas lainnya. Seperti kandang Kuda (horse stables) yang dilengkapi dengan kandang karantina dan klinik khusus hewan dengan peralatan x-ray dan tes darah untuk mendeteksi kuda dengan penyakit. Lalu tribun yang mampu menampung 990 orang penonton dan sarana bagi penyadang difabel.

Arena seluas 8.000 m2 dilengkapi dengan ruang VIP layaknya kafe mewah, lantainya dialasi karpet, serta dilengkapi kursi-kursi nyaman. Bangunan tribune lantai pertama untuk ruangan tiket, ofisial, atlet, lobi, ruang serba guna dan kantor. Lantai kedua terdapat ruang rapat, ruang konferensi pers, ruang wasit dan ruang penyiaran. Lantai ketiga terdiri dari ruang VIP lounge, area makan atlet dan ruang VIP biasa.

Bagian lain yang paling utama adalah Arena lapangan perlombaan dengan luas sekitar 8.000 m2 dan lahan khusus latihan, selain itu terdapat juga arena pemanasan, tempat tunggu atlet dan kuda yang akan bertanding, tempat latihan beratap, serta arena cross country.

Ada juga Groom dormitory dipergunakan untuk asrama para perawat kuda dengan luas area 3.681 m2. Asrama perawat kuda ini terdiri dari 4 (empat) lantai dengan keseluruhan memiliki 91 (sembilan puluh satu) kamar. Jika tidak ada kejuaraan atau pertandingan asrama ini dapat berfungsi sebagai tempat penginapan atau hotel.