Agenda Demonstrasi Besar-besaran Warnai KTT G20

Monitor, Hamburg – Ribuan demonstran dari seluruh Eropa deiperkirakan akan berkumpul di kota pelabuhan Hamburg, Jerman tempat dilaksanakannya Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Hamburg 2017.

Dilaporkan Reuters, Polisi memperkirakan sekitar 100.000 demonstran akan berkumpul di kota tersebut dan 8.000 diantara mereka dikatakan berpotensi menimbulkan kerusuhan untuk mengganggu jalannya konfrensi yang akan berlangsung pada 7-8 Juli itu.

Para pengunjuk rasa menilai, G20 telah gagal menyelesaikan banyak masalah yang mengancam perdamaian dunia, termasuk perubahan iklim, pertikaian dan konflik kekerasan yang kian memburuk.

"Sangat konyol jika polisi mengatakan beberapa dari kami melakukan kekerasan saat memulai aksi besok. Para pemimpin negara pengekspor senjata dan pengimpor senjata terbesar di dunia akan tiba di kota kami," kata Stefan Hubert (32 tahun), seorang disainer grafis yang turut serta dalam protes ini pada Rabu bersama dengan tiga orang temannya.

Fatimah Cicek, seorang pengunjuk rasa asal Jerman keturunan Turki mengatakan, dirinya bersama dua saudaranya ingin menegaskan bahwa G20 tidak demokratis karena forum tersebut tempat dimana beberapa pemimpin dunia membuat keputusan yang dapa mempengaruhi seluruh dunia.

"KTT ini adalah buang-buang uang yang bisa lebih baik dihabiskan untuk mengerahkan lebih banyak kapal untuk menghentikan migran melarikan diri. Perang dan kelaparan karena tenggelam di laut tengah," katanya.

Yang juga menjadi perhatiannya adalah hadirnya Presiden AS Donald Trump, ia memperkirakan Trump hadir dalam KTT tersebut hanya untuk mendorong peraturan perdagangan yang hanya menguntungkan AS dalam menghadapi persaingan ketat dengan China sebagai negara penghasil baja.

"Trump ada disini untuk mempromosikan kepentingannya sendiri dan orang-orang terkaya di Amerika," kata pekerja sosial berusia 38 tahun itu. Sementara kebanyak demonstran yang hadir juga menuntut lebih banyak hak untuk rakyat miskin di negara manapun.

Pertemuan puncak 20 pemimpin dunia dengan ekonomi terbesar kali ini akan dipandu langsung oleh Kanselir Jerman, Angela Markel yang akan melakukan perundingan  mengenai isu-isu sensitif, termasuk  perdagangan dan perubahan iklim.

Disela-sela KTT itu, Markel juga diagendakan bertemu dengan beberapa pemimpin, diantaranya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Donald Trump.

Markel, yang akan mencalonkan diri untuk masa jabataanya yang keempat pada pemilihan September mendatang, menekankan bahwa pihaknya berkomitmen terhadap sistem perdagangan internasional yang terbuka, meskipun ada kekhawatiran akan proteksionisme AS dibawah kepemimpinan Trump.

"Kami bersatu dalam keinginan kami untuk memberkuat hubungan multilateral di KTT-G20. Kami membutuhkan masyarakat terbuka, terutama arus perdagangan terbuka," kata Markel di Jerman, Kamis (6/7).

Beberapa demonstrasi di Hamburg pekan ini berlangsung relatif damai. Rabu kemarin, lebih dari 7000 anak muda mengadakan demonstrasi degan membawa spanduk yang berisi pesan mencela kapitalisme dan para pemimpin G20.

Namun ketegangan mulai memanas ketika sebuah kebakaran melanda sebuah dealer mobil mewah Porsche di bagian utara kota yang merusak delapan mobil. Pihak kepolisian masih menyelidiki  apakah kebakaran tersebut erat kaitannya dengan KTT.

Sampai saat ini, sekitar 20.000 petugas kepolisian tengah berjaga-jaga hingga demonstrasi utama yang dijuluki "Welcome to Hell" itu berlangsung.