3 Pekerja yang Kabur saat Diserang KKB Ditemukan Selamat

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua

MONITOR, Timika – Personel gabungan TNI/Polri pada Minggu 9 Desember 2018, berhasil menemukan tiga pekerja yang berhasil melarikan diri dari penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam keadaan selamat. Ketiganya adalah Petrus Tondi (42), Toding Allo (20), dan Saputra (26).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, informasi selamatnya tiga pekerja tersebut diperoleh dari Radio SSB Pos Mbua dan SSB Pos Yigi yang mengabarkan perkembangan situasi dan kondisi paskapenembakan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

“Pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIT infomasi ini kita dapatkan melalui SSB bahwa ada 3 pekerja yang berhasil dievakuasi oleh personel gabungan TNI-Polri dalam keadaan selamat. Mereka sudah ditemukan personel gabungan itu sejak hari Minggu kemarin,” kata Kamal di Timika, Senin 10 Desember 2018.

Ketiga pekerja yang selamat adalah pekerja yang membangun balai desa di Distrik Yigi. “Mereka ini adalah pekerja namun bukan pegawai dari PT Istaka Karya. Saat ini mereka sudah berada di Pos Yigi dalam keadaan sehat,” ujar Kamal. Menurut dia, pihaknya masih berkoordinasi apakah tiga korban selamat akan dievakuasi ke Timika atau Wamena. “Kami masih menunggu perkembangan di lapangan, karena kita tidak bisa prediksi cuaca yang berubah-ubah,” katanya.

Menurutnya, saat ini personel gabungan TNI/Polri yang berjumlah 40 orang dari Yonif 751 dan 20 anggota Brimob masih melakukan pencarian korban yang belum ditemukan sekaligus mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. “Tim gabungan saat ini sudah berada di Puncak Kabo, Ditrik Yal, Kabupaten Nduga untuk melakukan pencarian korban dan juga melakukan pengejaran terhadap KKB,” ujarnya.

Kamal mengungkapkan jenazah yang ditemukan telah dievakuasi ke Wamena dengan menggunakan helikopter milik TNI AD. “Jenazah telah tiba di lapangan Batalyon 756/Wms dan selanjunya akan dibawa ke RSUD Wamena. Selanjutnya jenazah akan diidentifikasi oleh tim medis apakah jenazah tersebut merupakan karyawan PT. Istaka Karya atau tukang bangunan lainnya,” katanya.