16 Warga Palestina Tewas Ditangan Militer Israel, Situasi Gaza Memburuk

MONITOR, Gaza – Sedikitnya 16 warga Palestina tewas dan ratusan lainnya luka saat mereka berhadapan dengan pasukan keamanan Israel dalam salah satu demonstrasi terbesar Palestina di sepanjang perbatasan Israel-Gaza dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu seorang pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan kepada Dewan Keamanan pada Jumat bahwa situasi di Gaza mungkin memburuk dalam beberapa hari mendatang, dan menyerukan kepada warga sipil terutama anak-anak, agar waspada supaya tidak menjadi sasaran dan meminta untuk bertanggung jawab.

"Israel harus menegakkan tanggung jawabnya di bawah hukum hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional. Kekuatan yang mematikan hanya boleh digunakan sebagai upaya terakhir saat setiap kematian yang ditimbulkan diselidiki oleh pihak berwenang dengan benar," kata Deputi Urusan Politik PBB Taye-Brook Zerihoun dikutip dari ANTARA, Sabtu (31/3).

Mendapat laporan tersebut, Dewan Keamanan akan melakukan pertemuan tertutup atas permintaan Kuwait. Namun 15 anggota dewan tersebut tidak dapat menyetujui untuk mengeluarkan pernyataan terkait situasi tersebut, kemudian para diplomat mengatakan Kuwait meminta agar pertemuan itu diadakan secara terbuka.

Sebagai informasi, puluhan ribu warga Palestina mendesak pemenuhan hak untuk pulang bagi para pengungsi ke wilayah asal mereka yang kini diduduki Israel, mereka berkumpul di sepanjanga 65 kilometer pagar perbatasan tempat tenda-tenda didirikan untuk aksi protes yang direncanakan berlangsung enam pekan.

Sementara itu Israel mengerahkan sebanyak 30.000 personel guna mengatasi demonstrasi tersebut. Pihak militer Israel menyatakan pihaknya hanya menembak orang-orang yang berusaha melakukan sabotase pada pagar pengamanan perbatasan dan membakar ban serta melemparkan batu, sedikitnya dua agen Hamas tewas dalam peristiwa tersebut. (ANT)