70 Tahun Sejarah Berdirinya Negara Korea Utara

Ilustrasi bendera Korea Utara (Foto: Dok Liputan6.com)

MONITOR – Tepat pada hari ini, Minggu 9 September 2018 Republik Demokratik Rakyat Korea lahir di di wilayah Utara. Dipimpin oleh anggota Partai Pekerja Korea dan mantan pejuang gerilya Kim Il Sung, kini usia negara paling tertutup di dunia ini telah menginjak usia yang ke-70 tahun.

Pendiri Korea Utara, Kim Il Sung (net)

Pasca Perang Dunia II, di awal Perang Dingin, Semenanjung Korea menjadi medan tempur dua kutub kekuatan politik dunia Blok Barat pimpinan Amerika Serikat yang bermarkas di bagian selatan dan Blog Timur di bawah Uni Soviet di bagian utara. Dua kekuatan politik itulah yang kemudian menjadi cikal bakal pertentangan antar dua saudara korea yang kemudian membentuk dua kedaulatan negara Korea Selatan dan Korea Utara.

Peta Semenanjung Korea

Sejak 1910 hingga kekalahan Jepang pada akhir Perang Dunia II pada 1945, awalnya seluruh Semenanjung Korea telah dikuasai dan diduduki oleh pasukan Jepang.

Di tengah ketidaksepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, Semenanjung Korea terpecah. Terbagi menjadi wilayah Utara di bawah pengelolaan Uni Soviet, dan wilayah Selatan yang diperintah AS.

Korea Utara merupakan sebuah negara yang terletak di bagian utara semenanjung Korea, Asia Timur. Negara yang pernah bersatu dengan Korea Selatan dengan nama negara Korea ini berpisah menjadi dua negara pada tahun 1948 karena Korea Utara menolak ikut serta dalam pemilihan umum yang diawasi oleh PBB.

Negara yang sering disingkat dengan Korut ini memiliki luas wilayah sebesar 120.538 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 25.248.140 jiwa. Secara astronomis Korea Utara berada diantara 37°LU – 43°LU dan 124°BT–131°BT.

Korea Utara berbatasan dengan Korea Selatan di sebelah Selatannya, sedangkan di sebelah utaranya berbatasan dengan China dan Rusia. Di sebelah Barat Korea Utara adalah Laut Kuning dan Korea Bay sedangkan disebelah Timurnya adalah Laut Jepang.

Upacara Peringatan HUT Korea Utara

Hingga saat ini, perekonomian di Korea Utara sangat terpusat dan kurang terbuka. Pendapatan Domestik Bruto berdasarkan Paritas Daya beli adalah sebesar US$40 miliar dengan pendapatan perkapitanya hanya sebesar US$1.700,- (data 2015).

Komposisi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tersebut di antaranya berasal sektor Pertanian sekitar 21,6%, sektor Industri sekitar 46,2% dan Jasa 42,2%. Produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh Korea Utara di antaranya adalah beras, jagung, gandum, kentang, kacang kedelai, daging sapi, daging babi dan telur sedangkan produk Industrinya adalah produk militer, kimia, pertambangan, tekstil, pengolahan makanan, pembuatan mesin, listrik dan pariwisata.

Seperti negara-negara berdaulat lainnya, Korea Utara juga merupakan salah satu negara anggota PBB dan beberapa lembaga khusus dibawah PBB seperti ICAO, IFAD, IMO, ITU, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNWTO, UPU, WHO, WMO dan WIPO.