Harlah di Bandung, PMII Refleksikan Peristiwa Bandung Lautan Api

MONITOR, Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan menggelar hari lahir (harlah) di Sabuga, Rabu mendatang (17/4). Rencananya dalam agenda tersebut akan hadir Presiden Jokowi. Menurut Sekretaris Pelaksana Harlah ke-58 PMII, Defi Mulyadi, rangkaian harlah sudah digelar pada, Rabu (11/4) lalu.

”Rangkaian pertama adalah Seminar bersama dengan Polri di Uninus. Hingga, hari puncak tercatat akan ada delapan agenda yang di adakan di Bandung,” kata pria yang akrab disapa Defi, Jumat (13/4).

Diantaranya, penanaman 1000 pohon di hulu sungai Cisanti, Car Free Day sekaligus petisi damai, ziarah makam ketua umum pertama PMII, Khotmil Quran sebanyak 58 kali, seminar energi, panggung budaya dan seminar pembangunan Indonesia. Rangkaian harlah tersebut merefleksi momentum untuk bersatu padu, mengawal berbagai perbedaan terutama friksi dan perpecahan, baik atas nama ras, agama, dan antar golongan.

Dengan satu itikad yang sama, lanjut dia, PMII hadir dalam satu barisan. Yakni barisan mahasiswa yang senantiasa berada bersama kaum mustadzafin. ”Satu cita-cita bersama dalam memperjuangkan cita cita PMII dan bangsa. Serta hadir untuik terlibat aktif dalam mematri persatuan Indonesia,” ungkapnya.

Sementara, menurut Ketua Pelaksana Harlah ke-58 PMII, Ahmad Riyadi, melalui pelaksanaan harlah di Bandung,  PMII mencoba berguru pada sejarah Bandung lautan api yang jatuh pada 23 Maret 1946. Dalam waktu 7 jam sekitar 200 penduduk Bandung membakar rumah mereka sebelum meninggalkan Bandung. Peristiwa yang dilatarbelakangi oleh ultimatum sekutu agar tentara republic Indonesia (TRI) meninggalkan Bandung. Lalu, mendorong TRI melakukan operasi bumi hangus.

”Para pejuang tidak rela jika Bandung dimanfaatkan oleh pasukan sekutu dan NICA, termasuk dijadikan markasa strategis militer,” katanya.

Keputusan operasi bumi hangus, jelas dia, diambil melalui keputusan musyawarah Majelis Persatoean Perjoeangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan republik Indonesia. Bandung penuh asap, listrik mati, dan pertempuran sengit terjadi. Dua tokoh seperti Moh. Toha dan Ramdan adalah salah satu milisi Barisan rakjat Indonesia (BRI) yang terjun dalam misi menghancurkan gudang amunisi milik tentara sekutu menggunakan dinamit.

Singkatnya, semangat perjuangan Bandung Lautan Api tersebut sama dengan spirit harlah PMII ke-58 tahun. Garis besarnya agar PMII tetap konsisten menjadi garda  garda terdepan dalam mengawal tradisi dan aqidah ahlusunnah waljamaah. Mari membawa spirit Bandung lautan api untuk mencintai negeri ini melalui berbagagai terobosan strategis.

”Mari menjadi PMII seutuhnya, satu barisan dan satu cita, PMII untuk Indonesia,” pungkasnya.