UMKM

Wujudkan Nawacita Ketiga, Kemenkop UKM Siapkan RUU Kewirausahaan Nasional

Deputi Bidang Pengembangan SDM, Prakoso Budi Susetyo saat memberikan keterangan pers (Foto: Robi)

MONITOR, Jakarta - Demi mewujudkan terciptanya Nawacita ketiga yaitu "Membangun Indonesia dari Pinggir", Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) telah menyiapkan RUU Kewirausahaan Nasional.

Deputi Bidang Pengembangan SDM, Prakoso Budi Susetyo mengatakan, dalam merampungkan RUU Kewirausahaan ini, Kemenkop dan UKM meminta masukan dari berbagai pihak, salah satunya Bank Indonesia.

"Berdasarkan jajak pendapat dengan Gubernur BI, beliau menyarankan untuk dibentuk komite khusus kewirausahaan yang langsung dibawah presiden," jelasnya.

Prasetyo menambahkan, menurut menteri keuangan ada Rp 100 trilyun untuk UKM dan koperasi termasuk di dalamnya subsidi bahan bakar.

"Maka itu Pak Agus mengatakan tidak bisa kalau hanya di bawah kementerian, karena itu akan menggalang seluruh dana yang ada di 17 kementerian, sedangkan dana dari 17 instansi saja baru sekitar Rp 25-30 trilyun" ujarnya.

Maka itu, perlu adanya komite langsung di bawah presiden. Prakoso mencontohkan Malaysia, pengenbangan kewirausahaan di sana langsung di bawahi oleh Perdana Menteri Malaysia.

"Itu luar biasa hasinya, kemajuan kewirausahaan luar biasa," katanya. Selain itu, dengan adanya komite maka instansi yang memiliki program yang sama bisa melebur menjadi satu dibawah komite tersebut.

Dia menambahkan, RUU Kewirausahaan saat ini sudah berada di panitia kerja (panja), apalagi RUU kewirausahaan sangat diperlukan terutama Undang-Undang "wirausaha sosial" yang belum pernah diatur dimanapun.

Selain itu, wirausaha pemula juga dibahas dalam RUU Wirausaha tersebut.

"Bahkan ada juga usulan dari anggota DPR agar mata pelajaran kewirausahaan mulai diajarkan sejak tingkat dasar, bahkan mulai di tingkat TK, oleh sekolah-sekolah," ujar Prakoso

Rencananya RUU Wirausaha tersebut akan di sahkan pada 27 April. "Semoga bisa rampung tepat waktu," harapnya.

(hen)