Sosial

KPAI : Pelaku Kejahatan Eksploitasi Seksual Harus Dihukum Berat

Ilustrasi gambar (net)

MONITOR, Bandung - Kasus video porno yang melibatkan perempuan dewasa dan tiga anak laki-laki disorot KPAI. Dari temuan itu, KPAI meminta agar pelaku kejahatan eksploitasi seksual dan ekonomi diberikan hukuman yang berat.

Pelaku yang dimaksud, yakni Susanti (40) orang tua Dn dan Herni (41) orang tua Rd, FA, CC, IN dan IM. KPAI ingin mereka dijerat sebagaimana aturan UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yakni ancaman penjara 15 tahun.

"KPAI minta aparat kepolisian untuk melakukan pendalaman ITE atau digital forensic untuk mengetahui tujuan pembuatan video pesanan WNA," ujar Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime, Margaret Aliyatul Maimunah, dalam siaran pers yang diterima Monitor.

Margaret menambahkan, pihaknya telah meminta kepolisian membongkar transaksi antara pemesan video dengan penerima pesanan yakni FA yang diduga dilakukan via facebook.

"Pendalaman ini bertujuan untuk membongkar sindikat pedofil internasional yang memangsa anak-anak jalanan yang lemah secara ekonomi," jelasnya.

Selain itu, KPAI meminta pihak P2TP2A untuk memberikan layanan secara terpadu kepada ketiga korban. Layanan terpadu yang dimaksud adalah mencakup pemenuhan semua kebutuhan dasar anak antara lain trauma healing, kesehatan (jasmani dan mental), sandang dan pangan serta kebutuhan rasa nyaman (spiritual).

"Untuk itu KPAI meminta kepada Pemerintah Propinsi Jawa Barat dalam hal ini P2TP2A agar berkoordinasi lintas sektor terkait pemenuhan hak dasar anak tersebut," ujarnya.

(tsar)