Sulawesi

Kemendag Minta Bulog di Daerah Perbanyak Operasi Pasar

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, saat meninjau komoditas beras di pasar Palu

MONITOR, Palu - Kementerian Perdagangan (Kemendag) minta Bulog di daerah-daerah termasuk Sulawesi Tengah memperbanyak sasaran dari kegiatan operasi pasar untuk stabilisasi harga pangan, khususnya beras di daerah tersebut.

"Tujuan utama dari operasi pasar adalah untuk mengatasi kenaikan harga beras di tingkat pengecer," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, di Palu, Jum'at (12/1).

Bulog sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah yang selama ini dipercayakan membeli dan menyalurkan beras kepada masyarakat miskin di daerah, termasuk di Provinsi Sulteng dalam operasi pasar agar memperluas titik-titik penjualan beras bekerja sama pedagang pengecer.

Semakin banyak kerja sama dengan pengecer menjual beras medium yang disediakan Bulog untuk mendukung pelaksanaan operasi pasar, akan semakin bagus.

Menurut Fajarini,harga beras medium yang dijual Bulog di pasar-pasar tradisional melalui operasi pasar sudah terkendali dan cukup murah.

"Harga beras medium dijual Bulog hanya Rp8.500/kg," katanya.

Harga itu, menurutnya, relatif murah dan akan sangat membantu masyarakat golongan menengah bawah yang selama ini sebagai konsumen utama beras medium.

Lebih lanjut menurutnya, jika titik-titik penjualan beras Bulog di pasar-pasar tradisional lebih banyak, maka itu akan cepat berdampak positif terhadap harga beras di tingkat pengecer akan turun.

Masyarakat konsumen tentu akan membeli beras yang harganya jauh lebih murah dari harga beras yang dijual para pedagang.

Sedangkan menurut Kepala Perum Bulog Sulteng, Khozin, mengatakan sejak beberapa hari ini sampai batas waktu tertentu, pihaknya telah melaksanakan operasi pasar khusus menjual beras medium.

Menurutnya, Bulog, tidak menjual langsung, tetapi melalui mitra (pedagang pengecer) yang ada di pasar-pasar tradisional di Kota Palu dan kabupaten lainnya di wilayah Sulteng.

Untuk Kota Palu sendiri, operasi pasar dilaksanakan di dua pasar tradisional yakni Masomba dan Manonda. Dua pasar tersebut selama ini menjadi ukuran bagi BPS dalam pendataan berbagai harga komoditi pangan dan lainnya.

Bulog Sulteng masih punya stok beras di gudang dalam jumlah memadai. Stok yang ada sekarang menurut Bulog cukup sampai November 2018.

(azn)