Energi

Capaian Sektor Migas Tahun 2017 Terbaik Dibanding Dua Tahun Terakhir

Ilustrasi : Blok Migas

MONITOR, Jakarta - Kementerian ESDM baru saja memaparkan capaian tahun 2017 dan outlook 2018 di bidang Migas. Capaian-capaian positif berhasil dicatat Kementerian ESDM di subsektor minyak dan gas bumi (migas), baik di sektor hulu, hilir, hingga penerimaan negara.

“Kita menyambut secara positif terkait dengan capaian yang diperoleh di bidang Migas selama periode 2017 yang lalu. Bisa dikatakan,capaian 2017 adalah yang terbaik jika dibandingkan 2 tahun terakhir,” kata Pengamat Energi, Mamit Setiawan kepada Monitor, Rabu (10/1).

Mamit menambahkan untuk sektor Hulu, pertama kali dalam 2 tahun terakhir penerimaan negara lebih besar dibandingkan dengan pembayaran cost recovery dimana tahun 2017 penerimaan negara mencapai 13.1 Milyar USD sedangan cost recovery hanya sebesar 11.3 Milyar USD. Jauh jika dibandingkan tahun lalu dimana penerimaan negara hanya 9.9 Milyar USD sedangkan cost recovery mencapai 11.5 Milyar USD.

Adapun Keberhasilan yang lain yang patut diapresiasi lanjut Mamit yang juga merupakan Direktur Eksekutif Energy Watch adalah pelelangan blok migas yang ditawarkan oleh pemerintah tahun ini.

“Dari 10 Blok Migas yang ditawarkan,5 Blok Migas yang diminati oleh investor. Bandingkan di tahun 2016,dari 16 Blok Migas yang ditawarkan tidak ada satupun yang diminati oleh investor. Keberhasilan dalam menawarkan Blok Migas tahun 2017, mematahkan pendapat yang mengatakan bahwa dengan skema gross split saat ini digunakan akan sulit menarik investor,” ujarnya.

Menurut Mamit Gross Split sangat menarik karena memang pemerintah saat concern dengan skema gross split ini sehingga aturan yang dikeluarkan mendukung secara positif iklim investasi migas di Indonesia.

Masih disektor Hulu,litfting Migas tahun 2017 mencapai 98.9% dari target APBN 2017 sebesar 1.965 Ribu BOEPD yaitu sebesar 1.944 Ribu BOEPD.Selain itu,pencapaian terbesar di sektor Hulu adalah Blok Mahakam dikelola oleh Pertamina mulai 1 January 2018. Sebagaimana kita ketahui Blok Mahakam adalah wilayah kerja dengan hasil gas terbesar di Indonesia.

Sedangkan disektor Hilir, capaian 2017 juga sangat patut diapresiasi. Program BBM Satu Harga sudah berjalam cukup baik kedaerah dalam katagori 3T.Saat ini telah terbangun sebanyak 57 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga dari target 157 lokasi pada tahun 2019.

“Dengan BBM Satu Harga ini,wilayah yang masuk katagori 3T bisa merasakan harga BBM sama dengan di Pulau Jawa dan jelas bisa meningkatan roda perekonomian masyarakat diwilayah tersebut. Selain itu,saat ini jumlah jaringan gas rumah tangga yang terpasang saat ini sebanyak 383.065 jauh diatas target sebanyak 376.914 sambungan rumah,” ungkap Mamit.

“Dengan keberhasilan selama tahun 2017, kita optimis bahwa target disektor Migas untuk tahun 2018 bisa tercapai dan bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” pungkas alumni Universitas Trisakti itu.

(hen)