Sosial

Waspadai dan Cegah Masuknya Pelaku Pedofilia Dengan Cara Ini

Ilustrasi gambar (net)

MONITOR Jakarta - Masih ingat dengan kasus yang menimpa nafa urbach?, kasusnya bermula dimana ada salah satu media yang memposting berita dan foto anaknya, lalu ada netizen laki-laki yang berkomentar, dengan mengatai anaknya dengan sebutan "loli" lalu berkomentar dengan bahasa-bahasa yang menjurus ke melakukan hubungan seksual dengan anak di bawah umur.

Kejadian sperti itu memang bisa menimpa siapa saja, tidak pandang orang dan keadaan. Banyak kasus tentang pedofilia yang tidak banyak di ekspos oleh media, anak-anak yang seharusnya di lindungi malah di hancurkan mimpinya dan kesempataannya untuk tumbuh. Banyak dari korban pedofilia ini malah menjadi pelaku pedofilia.

Mari kita jaga anak-anak dan ade-ade kita yang masih kecil, dengan cara mengajari mereka saat bertemu orang asing, seperti di lansir educenter.id berikut ada beberapa hal yang harus diketahui agar anak terhindar dari pelaku pedofilia ini.

1. Pelaku pelecehan kemungkinan adalah orang yang dikenal

Gambar terkait

Orang asing memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk melakukan pelecehan seksual kepada anak. Pada banyak kasus, pelaku pelecehan seksual ternyata adalah orang-orang terdekat yang sudah dikenal, mulai dari anggota keluarga sendiri, guru, pelatih, hingga teman. Oleh sebab itu, waspadalah jika ada orang terdekat yang terlihat mencurigakan saat berada di dekat anak.

2. Curigai orang dewasa beda gender yang selalu ingin berduaan dengan anak

Hasil gambar untuk pelaku pedofilia orang ysng dikenal

Ada saatnya ketika anak bermain dengan orang yang lebih dewasa seperti paman, sepupu, atau teman dari orang tua. Namun, waspadalah terhadap orang-orang yang lebih tua dari anak dan selalu berusaha untuk mendekati anak Anda. Terutama jika mereka sering sekali memberikan hadiah.

3. Sedikit protektif kepada anak

Gambar terkait

Protektif kepada anak dalam porsi yang cukup tentu tidak ada salahnya. Sebagai orang tua, pastikan Anda tahu dengan siapa anak akan pergi bermain. Selain itu, jangan biarkan anak Anda menginap di rumah teman yang orang tuanya belum Anda kenal dengan baik.

4. Biasakan agar anak selalu berpakaian tertutup

 Biasakan agar anak selalu berpakaian tertutup

Meskipun di dalam rumah, biasakan anak Anda untuk selalu berpakaian tertutup agar tidak menimbulkan efek merangsang saat orang lain melihat tubuhnya. Kebanyakan kasus pencabulan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat terjadi karena cara berpakaian anak yang terbuka.

5. Berikan pemahaman tentang sentuhan yang boleh dan sentuhan yang tidak boleh

Berikan pemahaman tentang sentuhan yang boleh dan sentuhan yang tidak boleh

Perkenalkan dan berikan pemahaman kepada anak mengenai sentuhan yang boleh dan sentuhan yang tidak boleh. Sentuhan yang boleh adalah sentuhan yang dilakukan orang lain di bagian tangan, kaki, atau kepala anak. Sedangkan, sentuhan yang tidak boleh adalah sentuhan pada bagian yang tertutup baju atau baju dalam. Jika ada orang lain atau teman sekolah yang menyentuhnya di bagian yang tidak boleh, ajarkan anak Anda agar menghindar dan melapor ke orang tua atau guru.

6. Berikan pemahaman seks yang benar

Gambar terkait

Sebagian besar kasus pelecehan seksual terjadi karena anak tidak memiliki pemahaman seks yang benar, sehingga salah dalam menafsirkan. Karenanya, memberikan pemahaman seks yang benar kepada anak merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan para orang tua. Ketika anak sudah paham tentang seks dan bahayanya, maka dengan sendirinya mereka akan berusaha untuk menjaga diri dari ancaman seksualitas.

7. Berikan perhatian yang cukup dan jalin komunikasi yang baik dengan anak

Gambar terkait

Sebagai orang yang paling dekat dengan anak, orang tua khususnya ibu tentu harus mampu memberikan perhatian dan perlindungan kepada anak, utamanya kepada anak perempuan. Jalin komunikasi yang baik dengan anak agar mereka selalu terbuka dan tidak segan bercerita kepada Anda mengenai hal-hal yang menurutnya tidak wajar. Jika anak Anda tiba-tiba menjadi pendiam, sebagai orang tua Anda juga harus peka dan segera mencari tahu penyebabnya, karena perubahan sikap bisa menjadi tanda bahwa anak sedang mengalami suatu masalah.

(SKW)

Terpopuler